Pengendalian Sosial
A. Pengendalian Sosial
1.
Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian
sosial adalah segala usaha dan proses pengawasan yang direncanakan untuk
mendidik,mengajak bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan
nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.
Pengertian pengendalian menurut para
ahli :
v Roucek
Suatu istilah kolektif yang
mengacu pada proses terencana ataupun tidak yang mengajarkan, membujuk atau
memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan dan
nilai-nilai kehidupan kelompok.
v Berger
Suatu cara yang digunakan
masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
v Koentjaraningrat
Disebabkan oleh adanya
ketegangan dalam proses social. Ada 3 ketegangan dalam proses social yang memerlukan
pengendalian social :
1) Ketegangan
social yang terjadi karena keperluan yang bersifat umum bertemu dengan
kepentingan golongan yang ada dalam masyarakat.
2) Ketegangan
social yang terjadi karena golongan yang menyimpang sengaja menantang tata kelakuan
yang berlaku di dalam masyarakat.
3) Ketegangan
social yang terjadi antara ketentuan dalam adat istiadat dan kepentingan
individu.
2. Gagasan terhadap upaya-upaya pengendalian
social
Pengendalian itu bertujuan
mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan yang terjadi di
masyarakat. Tujuan pengendalian diri biasanya ditentukan oleh nilai-nilai dan
cita-cita pribadi seseorang sesuai
dengan norma yang berlaku.
3.
Cakupan pengendalian social
a. Pengawasan
terhadap individu
Contoh = Tono mengawasi adiknya agar tidak
berkelahi
b. Pengawasan
individu dengan kelompok
Contoh = Guru mengawasi ujian di sekolah
c. Pengawasan
kelompok dengan individu
Contoh = kawanan massa menghajarseorang
pencopet
d. Pengawasan
antar kelompok
Contoh =
dua ataulebih Negara berkembang bergabung dalam pengawasan peredaran
obat-obatan terlarang
4.
Dari aspek Sifat
Berdasarkan aspek sifatna
pengendalian social dapat dibedakan atas pengendalian social yang dapat
bersifat preventif, represif dan gabungan.
a. Usah
pengendalian social yang bersifat preventif
Usah
apengendalian social jenis ini dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran,
tujuannya adalah memang untuk mencegah terjadinya. Contoh : orang tua yang
melarang anaknya bergaul dengan kelompok remaja yang suka mabuk-mabukan dan
berjud. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar anaknya tidak ikut melakukan
perbuatan yang tidak baik itu.
b.
Usaha pengendalian social yang bersifat represif
Usaha
engendalian social jenis ini dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran,
tujuannya agar mengembalikan keadaan
dapat pulih seperti sedia kala. Contoh : seseorang yang melakukan tindakan
pidana kemudian diadukan ke pengadilan dan pengadilan menjatuhkan hukuman.
Setelah ia dipenjara dan menunjukan sikap menyesal ia mendapatkan rehabilitas
nama baiknya .
c.
Usaha pengendalian social yang bersifat gabungan
Pengendalian
social ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan preventif sekaligus
mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma social
(represif). Contoh : Guru mengawasi anak agar tidak membolos pada jam
pelajaran. Untuk itu dipperlikan petugas berupa guru piketdan satpam.
5. Dari aspek pelaku dan siapa yang
mengendalikan perilaku social
Pengendalian social dapat
dilakukan oleh :
a. Individu terhadap individu lainnya,
misalnya seorang ibu yang mendidik anaknya agar mentaati norma-norma yang
berlaku dalam keluarga dan masyarakat.
b.
Individu terhadap kelompok lainnya misalnya seorang wali kelas bertanggung
jawab mengawasi kelas agar mentaati segala peraturan sekolah.
c.
Suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Misalnya pengurus koperasi mengawasi
anggota koprasi dalam melaksanakan kewajibannya.
d.
Suatu kelas terhadap individu , misalnya suatu kelompok masyarakt mengawasi
para bekas narapidana agar kembali ke jalan yang benar.
6. Dari sifat aspek
kelembaggan
Dari
sifat-sifat engendalian social diatas masih ada sifat pengendalian social yang
lain antara lain :
a.
Pengendalian resmi
Pengendalian
resmi (Formal) adalah suatu pengawasan yang dilakukan oeh lembaga-lembaga
resmi,
b.
Pengendalian tidak resmi
Pengendalian
tidak resmi dilakukan demi terpeliharanya peraturan peraturan yang resmi milik masyarakat.
c.
Pengendalian Institusional
Pengendalian
institusional ialah pengaruh dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga
tertentu.
d.
Pengendalian Pribadi
Pengendalian
pribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang dating dari orang-orang tertentu.
B. Cara pengendalian Sosial
Untuk
melaksanakn pengendalian social Dapat dilakukan dengan menempuh dua cara, sebagai
berikut:
1.
Cara Persuasif
Persuasif
adalah ajakan-ajakan halus tanpa kekerasan atau tidak melalui paksaan. Pada
suatu masyarakat yang relative aman cara inilah yang paling efektif digunakan
dari pada denagn cara-cara paksaan.
2.
Cara Coercive
Cara
kekerasan adalah pengendalian social dengan memberikan sangsi agar keserasian
hidup berkelompok tidak terganggu.
Jenis-jenis pengendalian
social dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a) Kompulsif
Kompulsif adalah situasi
yang diciptakan sedemikian rupa sehingga
seseorang terpaksa taat atau patuh pada norma- norma.
b) Pengisisan
Pengisian ada;ah penyampaian norma atau nilai
yang di ulang-ulang sedemikian rupa dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran
seseorang untuk mematuhi norma-norma social sehingga orang tersebut akan
mengubah sikapnya.
C.
Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial
Berikut
ini merupakan bentuk-bentukpengendalian social:
·
Gosip
Hal ini bertujuan agar orang yang berpreilaku
menyimpang dapat secepatnya kembali ke jalan yang benar.
·
Teguran
Hal ini bertujuan agar perbuatan menyimpang
itu terhenti dan keadaan kembali normal sesuai nilai-nilai dan norma yang
berlaku.
·
Hukuman
Hukuman dalam arti yang luas merupakan alat
pengendalian social yang paling ampuh karena disertai dengan sanksi yang tegas
berwujud penderitaan.
·
Pendidikan
Pendidikan dalam bentuk yang bersifat formal
maupun yang bersifat nonformal merupakan salah satu alat pengendalian social
yang telah melembaga, baik pada masyarakat yang sederhana maupun yang modern.
·
Agama
Faktor agama merupakan factor yang dominan
dalam pembentukan pribadi seseorang. Ajaran-ajaran menunjukan
perbuatan-perbuatan mana yang benar dan mana yang salah.
D. Peranan Lembaga-Lembaga
Sosial Dalam Pengendalian Sosial
Dalam masyarakat terdapat lembaga-lembaga
social yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pengendalian social
diantaranya;
·
Lembag aPendidikan
Lembaga Pendidikan baik yang bersifat formal
maupun nonformal dapat memberikan pendidikan,bimbingan dan keterampilan yang
efektif.
·
Lembaga Kepolisian
Polisi merupakan salah satu unsure yang
bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
·
Lembaga Pengadilan
Pengadilan bertugas untuk menentukan
keputusan hakim bagi seseorang yang melakukan pelanggaran.
·
Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat adalah seorang warga
masyarakat yang mempunyai kemampuan, pengetahuan, perilaku, keudukan dan usia
yang bisa dianggap layak sebagai pemimpin.
·
Lembaga Adat
Kebiasaan-kebiasaan yang berlangsung dan
menjadi norma dalam masyarakat disebut adat.
·
Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal
yang memiliki fungsi, pendidikan dan pengaja.
·
Keluarga
·
Peranan keluarga dalam pengendalian social
sangat besar, sebab lingkungan keluarga merupakan tempat partama dan utama .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar