Sabtu, 20 September 2014

Pengendalian Sosial

Pengendalian  Sosial
A. Pengendalian Sosial
1. Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial adalah segala usaha dan proses pengawasan yang direncanakan untuk mendidik,mengajak bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.
Pengertian pengendalian menurut para ahli :
v  Roucek
Suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana ataupun tidak yang mengajarkan, membujuk atau memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan kelompok.
v  Berger
Suatu cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
v  Koentjaraningrat
Disebabkan oleh adanya ketegangan dalam proses social. Ada 3 ketegangan dalam proses social yang memerlukan pengendalian social :
1)    Ketegangan social yang terjadi karena keperluan yang bersifat umum bertemu dengan kepentingan golongan yang ada dalam masyarakat.
2)    Ketegangan social yang terjadi karena golongan yang menyimpang sengaja menantang tata kelakuan yang berlaku di dalam masyarakat.
3)    Ketegangan social yang terjadi antara ketentuan dalam adat istiadat dan kepentingan individu.

2.  Gagasan terhadap upaya-upaya pengendalian social

Pengendalian itu bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Tujuan pengendalian diri biasanya ditentukan oleh nilai-nilai dan cita-cita pribadi  seseorang sesuai dengan norma yang berlaku.

3. Cakupan pengendalian social

a.    Pengawasan terhadap individu
Contoh = Tono mengawasi adiknya agar tidak berkelahi
b.    Pengawasan individu dengan kelompok
Contoh = Guru mengawasi  ujian di sekolah
c.    Pengawasan kelompok dengan individu
Contoh = kawanan massa menghajarseorang pencopet
d.    Pengawasan antar kelompok
Contoh =  dua ataulebih Negara berkembang bergabung dalam pengawasan peredaran obat-obatan  terlarang

4. Dari aspek Sifat

Berdasarkan aspek sifatna pengendalian social dapat dibedakan atas pengendalian social yang dapat bersifat preventif, represif dan gabungan.
a. Usah pengendalian social yang bersifat preventif  
Usah apengendalian social jenis ini dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran, tujuannya adalah memang untuk mencegah terjadinya. Contoh : orang tua yang melarang anaknya bergaul dengan kelompok remaja yang suka mabuk-mabukan dan berjud. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar anaknya tidak ikut melakukan perbuatan yang tidak baik itu.
b. Usaha pengendalian social yang bersifat represif
Usaha engendalian social jenis ini dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran, tujuannya  agar mengembalikan keadaan dapat pulih seperti sedia kala. Contoh : seseorang yang melakukan tindakan pidana kemudian diadukan ke pengadilan dan pengadilan menjatuhkan hukuman. Setelah ia dipenjara dan menunjukan sikap menyesal ia mendapatkan rehabilitas nama baiknya .
c. Usaha pengendalian social yang bersifat gabungan
Pengendalian social ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan preventif sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma social (represif). Contoh : Guru mengawasi anak agar tidak membolos pada jam pelajaran. Untuk itu dipperlikan petugas berupa guru piketdan satpam.
5. Dari aspek pelaku dan siapa yang mengendalikan perilaku social
Pengendalian social dapat dilakukan oleh :
a. Individu terhadap individu lainnya, misalnya seorang ibu yang mendidik anaknya agar mentaati norma-norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat.
b. Individu terhadap kelompok lainnya misalnya seorang wali kelas bertanggung jawab mengawasi kelas agar mentaati segala peraturan sekolah.
c. Suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Misalnya pengurus koperasi mengawasi anggota koprasi dalam melaksanakan kewajibannya.
d. Suatu kelas terhadap individu , misalnya suatu kelompok masyarakt mengawasi para bekas narapidana agar kembali ke jalan yang benar.
6. Dari sifat aspek kelembaggan
Dari sifat-sifat engendalian social diatas masih ada sifat pengendalian social yang lain antara lain :
a. Pengendalian resmi
Pengendalian resmi (Formal) adalah suatu pengawasan yang dilakukan oeh lembaga-lembaga resmi,
b. Pengendalian tidak resmi
Pengendalian tidak resmi dilakukan demi terpeliharanya peraturan peraturan yang  resmi milik masyarakat.
c. Pengendalian Institusional
Pengendalian institusional ialah pengaruh dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga tertentu.
d. Pengendalian Pribadi
Pengendalian pribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang dating dari orang-orang tertentu.
B. Cara pengendalian Sosial
Untuk melaksanakn pengendalian social Dapat dilakukan dengan menempuh dua cara, sebagai berikut:
1.    Cara Persuasif
Persuasif adalah ajakan-ajakan halus tanpa kekerasan atau tidak melalui paksaan. Pada suatu masyarakat yang relative aman cara inilah yang paling efektif digunakan dari pada denagn cara-cara paksaan.
2.    Cara Coercive
Cara kekerasan adalah pengendalian social dengan memberikan sangsi agar keserasian hidup berkelompok tidak terganggu.

Jenis-jenis pengendalian social dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a)    Kompulsif
Kompulsif adalah situasi yang diciptakan sedemikian rupa   sehingga seseorang terpaksa taat atau patuh pada norma-   norma.
b)    Pengisisan
Pengisian ada;ah penyampaian norma atau nilai yang di ulang-ulang sedemikian rupa dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran seseorang untuk mematuhi norma-norma social sehingga orang tersebut akan mengubah sikapnya.

C. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial

Berikut ini merupakan bentuk-bentukpengendalian social:

·         Gosip
Hal ini bertujuan agar orang yang berpreilaku menyimpang dapat secepatnya kembali ke jalan yang benar.
·         Teguran
Hal ini bertujuan agar perbuatan menyimpang itu terhenti dan keadaan kembali normal sesuai nilai-nilai dan norma yang berlaku.
·         Hukuman
Hukuman dalam arti yang luas merupakan alat pengendalian social yang paling ampuh karena disertai dengan sanksi yang tegas berwujud penderitaan.
·         Pendidikan
Pendidikan dalam bentuk yang bersifat formal maupun yang bersifat nonformal merupakan salah satu alat pengendalian social yang telah melembaga, baik pada masyarakat yang sederhana maupun yang modern.
·         Agama
Faktor agama merupakan factor yang dominan dalam pembentukan pribadi seseorang. Ajaran-ajaran menunjukan perbuatan-perbuatan mana yang benar dan mana yang salah.

D. Peranan Lembaga-Lembaga Sosial Dalam Pengendalian Sosial

Dalam masyarakat terdapat lembaga-lembaga social yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pengendalian social diantaranya;

·         Lembag aPendidikan
Lembaga Pendidikan baik yang bersifat formal maupun nonformal dapat memberikan pendidikan,bimbingan dan keterampilan yang efektif.
·         Lembaga Kepolisian
Polisi merupakan salah satu unsure yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


·         Lembaga Pengadilan
Pengadilan bertugas untuk menentukan keputusan hakim bagi seseorang yang melakukan pelanggaran.
·         Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat adalah seorang warga masyarakat yang mempunyai kemampuan, pengetahuan, perilaku, keudukan dan usia yang bisa dianggap layak sebagai pemimpin.
·         Lembaga Adat
Kebiasaan-kebiasaan yang berlangsung dan menjadi norma dalam masyarakat disebut adat.
·         Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang memiliki fungsi, pendidikan dan pengaja.
·         Keluarga

·         Peranan keluarga dalam pengendalian social sangat besar, sebab lingkungan keluarga merupakan tempat partama dan utama .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar