Minggu, 21 September 2014

Tipe sifat berdasarkan golongan darah

GOLONGAN DARAH A
Orang-orang dengan golongan darah A di percaya memiliki sifat terorganisir, konsisten, sangat mudah bekerja sama tapi selalu cemas (terlalu perfeksionis) sehingga mudah membuat orang lain tidak suka.
Mereka juga  diketahui memiliki ketenangan saat situasi kritis bahkan saat semua orang panik. Namun, mereka cenderung menghindari konfrontasi dan tidak nyaman di dekat orang yang tidak cocok.
Golongan darah A yang pemalu, cenderung sangat sopan. Tapi semua orang dengan golongan darah A memiliki kesamaan yaitu tidak pernah benar-benar merasa cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka lebih memilih untuk mengurus sendiri. Mereka termasuk orang-orang mendambakan kesuksesan dan perfeksionis.
Orang-orang bergolongan darah A juga sangat kreatif dan paling artistik dari semua tipe darah. Kemungkinan besar karena sensitivitas mereka. Orang dengan golongan darah A juga dianggap klasik karena mudah stres.
a. Berkepala dingin, serius, sabar dan tenang.
b. Mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya tetapi keras kepala.
c. Sebelum melakukan sesuatu orang bergolongan darah A biasanya memikirkannya terlebih dahulu dan mempunyai perencanaan yang matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
d. Berusaha membuat diri mereka sewajar dan seideal mungkin.
e. Bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
f. Mencoba menekan perasaan mereka dan kelihatan tegar. Walaupun sebenarnya mereka mempunyai sisi yang lemah seperti gugup dan lain sebagainya.
g. Cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang bertemperamen sama.
GOLONGAN DARAH B
Orang dengan darah tipe B berkarakter paling santai. Mereka cenderung kurang kooperatif karena lebih suka mengikuti aturan dan ide-ide mereka sendiri. Mereka adalah individualis. Memperhatikan pikiran mereka lebih sedikit daripada perasaan mereka.Oleh sebab itu terkadang tampak dingin dan serius. Orang dengan darah tipe B sering dianggap tidak konvensional daripada jenis golongan darah lainnya.
a. Pemilik golongan darah B ini suka penasaran dan tertarik terhadap segala hal baru.
b. Mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobi. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
c. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
d. Ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal dan tidak mau hanya dianggap rata-rata. Cenderung melalaikan lain hal jika sedang terfokus pada satu hal. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan alias kurang bisa multi-tasking.
e. Terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias dari luar tetapi sebenarnya semuanya ternyata sama sekali berbeda dengan yang ada di dalam diri mereka.
GOLONGAN DARAH O
Orang dengan golongan darah O orang yang terbuka, enerjik dan sosial. Mereka yang paling fleksibel dibandingkan dengan semua golongan darah.
Mereka mudah memulai proyek tetapi sering mengalami kesulitan berikutnya karena mereka mudah menyerah. Mereka bertingkah dan tidak terlalu dapat diandalkan. Golongan darah O selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka.
Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Juga, orang dengan darah O sangat percaya diri.
a. Golongan darah O biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut. Biasanya mereka berjiwa leadership sebagai seorang pemimpin.
b. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang
c. Apabila kesal terhadap seseorang, mereka susah marah terhadap orangnya langsung.
d. Biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
e. Disukai oleh semua orang meski keras kepala dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
f. Di lain pihak, mereka sangat fleksibel dan gampang menerima hal-hal yang baru.
g. Gampang di pengaruhi oleh orang lain dan lingkungan.
h. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati.
GOLONGAN DARAH AB
Orang dengan golongan darah AB sulit diprediksi. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu yang sama. Misalnya, mereka bisa pemalu dan bisa tiba-tiba sebaliknya. Mereka dengan mudah beralih dari satu berlawanan dengan yang lain.
Orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab, tetapi tidak dapat menangani terlalu banyak. Mereka tidak keberatan membantu asalkan kondisi mereka sendiri mampu. Orang dengan tipe darah ini tertarik dalam seni dan metafisika.
AB dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka hengkang dari pekerjaan ketika terdapat hal-hal tidak memenuhi harapan mereka. Dikenal sensitif dan ingin mendapat perhatian untuk mengimbangi kekurangan dari jenis darahnya.
Dalam beberapa kasus, sejumlah perusahaan mencoba membagi karyawan mereka kedalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah dan tak seorang pun ingin bekerja dengan kelompok golongan darah AB.
a. Memiliki perasaan yang sensitif, lembut.
b. Penuh perhatian dan menjaga perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
c. Di samping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
d. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
e. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu panjang dan dalam.
f. Punya banyak teman, tapi membutuhkan waktu dan tempat untuk menyendiri dalam memikirkan persoalan-persoalan mereka.

Sabtu, 20 September 2014

Pengendalian Sosial

Pengendalian  Sosial
A. Pengendalian Sosial
1. Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial adalah segala usaha dan proses pengawasan yang direncanakan untuk mendidik,mengajak bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.
Pengertian pengendalian menurut para ahli :
v  Roucek
Suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana ataupun tidak yang mengajarkan, membujuk atau memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan kelompok.
v  Berger
Suatu cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
v  Koentjaraningrat
Disebabkan oleh adanya ketegangan dalam proses social. Ada 3 ketegangan dalam proses social yang memerlukan pengendalian social :
1)    Ketegangan social yang terjadi karena keperluan yang bersifat umum bertemu dengan kepentingan golongan yang ada dalam masyarakat.
2)    Ketegangan social yang terjadi karena golongan yang menyimpang sengaja menantang tata kelakuan yang berlaku di dalam masyarakat.
3)    Ketegangan social yang terjadi antara ketentuan dalam adat istiadat dan kepentingan individu.

2.  Gagasan terhadap upaya-upaya pengendalian social

Pengendalian itu bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Tujuan pengendalian diri biasanya ditentukan oleh nilai-nilai dan cita-cita pribadi  seseorang sesuai dengan norma yang berlaku.

3. Cakupan pengendalian social

a.    Pengawasan terhadap individu
Contoh = Tono mengawasi adiknya agar tidak berkelahi
b.    Pengawasan individu dengan kelompok
Contoh = Guru mengawasi  ujian di sekolah
c.    Pengawasan kelompok dengan individu
Contoh = kawanan massa menghajarseorang pencopet
d.    Pengawasan antar kelompok
Contoh =  dua ataulebih Negara berkembang bergabung dalam pengawasan peredaran obat-obatan  terlarang

4. Dari aspek Sifat

Berdasarkan aspek sifatna pengendalian social dapat dibedakan atas pengendalian social yang dapat bersifat preventif, represif dan gabungan.
a. Usah pengendalian social yang bersifat preventif  
Usah apengendalian social jenis ini dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran, tujuannya adalah memang untuk mencegah terjadinya. Contoh : orang tua yang melarang anaknya bergaul dengan kelompok remaja yang suka mabuk-mabukan dan berjud. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar anaknya tidak ikut melakukan perbuatan yang tidak baik itu.
b. Usaha pengendalian social yang bersifat represif
Usaha engendalian social jenis ini dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran, tujuannya  agar mengembalikan keadaan dapat pulih seperti sedia kala. Contoh : seseorang yang melakukan tindakan pidana kemudian diadukan ke pengadilan dan pengadilan menjatuhkan hukuman. Setelah ia dipenjara dan menunjukan sikap menyesal ia mendapatkan rehabilitas nama baiknya .
c. Usaha pengendalian social yang bersifat gabungan
Pengendalian social ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan preventif sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma social (represif). Contoh : Guru mengawasi anak agar tidak membolos pada jam pelajaran. Untuk itu dipperlikan petugas berupa guru piketdan satpam.
5. Dari aspek pelaku dan siapa yang mengendalikan perilaku social
Pengendalian social dapat dilakukan oleh :
a. Individu terhadap individu lainnya, misalnya seorang ibu yang mendidik anaknya agar mentaati norma-norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat.
b. Individu terhadap kelompok lainnya misalnya seorang wali kelas bertanggung jawab mengawasi kelas agar mentaati segala peraturan sekolah.
c. Suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Misalnya pengurus koperasi mengawasi anggota koprasi dalam melaksanakan kewajibannya.
d. Suatu kelas terhadap individu , misalnya suatu kelompok masyarakt mengawasi para bekas narapidana agar kembali ke jalan yang benar.
6. Dari sifat aspek kelembaggan
Dari sifat-sifat engendalian social diatas masih ada sifat pengendalian social yang lain antara lain :
a. Pengendalian resmi
Pengendalian resmi (Formal) adalah suatu pengawasan yang dilakukan oeh lembaga-lembaga resmi,
b. Pengendalian tidak resmi
Pengendalian tidak resmi dilakukan demi terpeliharanya peraturan peraturan yang  resmi milik masyarakat.
c. Pengendalian Institusional
Pengendalian institusional ialah pengaruh dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga tertentu.
d. Pengendalian Pribadi
Pengendalian pribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang dating dari orang-orang tertentu.
B. Cara pengendalian Sosial
Untuk melaksanakn pengendalian social Dapat dilakukan dengan menempuh dua cara, sebagai berikut:
1.    Cara Persuasif
Persuasif adalah ajakan-ajakan halus tanpa kekerasan atau tidak melalui paksaan. Pada suatu masyarakat yang relative aman cara inilah yang paling efektif digunakan dari pada denagn cara-cara paksaan.
2.    Cara Coercive
Cara kekerasan adalah pengendalian social dengan memberikan sangsi agar keserasian hidup berkelompok tidak terganggu.

Jenis-jenis pengendalian social dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a)    Kompulsif
Kompulsif adalah situasi yang diciptakan sedemikian rupa   sehingga seseorang terpaksa taat atau patuh pada norma-   norma.
b)    Pengisisan
Pengisian ada;ah penyampaian norma atau nilai yang di ulang-ulang sedemikian rupa dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran seseorang untuk mematuhi norma-norma social sehingga orang tersebut akan mengubah sikapnya.

C. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial

Berikut ini merupakan bentuk-bentukpengendalian social:

·         Gosip
Hal ini bertujuan agar orang yang berpreilaku menyimpang dapat secepatnya kembali ke jalan yang benar.
·         Teguran
Hal ini bertujuan agar perbuatan menyimpang itu terhenti dan keadaan kembali normal sesuai nilai-nilai dan norma yang berlaku.
·         Hukuman
Hukuman dalam arti yang luas merupakan alat pengendalian social yang paling ampuh karena disertai dengan sanksi yang tegas berwujud penderitaan.
·         Pendidikan
Pendidikan dalam bentuk yang bersifat formal maupun yang bersifat nonformal merupakan salah satu alat pengendalian social yang telah melembaga, baik pada masyarakat yang sederhana maupun yang modern.
·         Agama
Faktor agama merupakan factor yang dominan dalam pembentukan pribadi seseorang. Ajaran-ajaran menunjukan perbuatan-perbuatan mana yang benar dan mana yang salah.

D. Peranan Lembaga-Lembaga Sosial Dalam Pengendalian Sosial

Dalam masyarakat terdapat lembaga-lembaga social yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pengendalian social diantaranya;

·         Lembag aPendidikan
Lembaga Pendidikan baik yang bersifat formal maupun nonformal dapat memberikan pendidikan,bimbingan dan keterampilan yang efektif.
·         Lembaga Kepolisian
Polisi merupakan salah satu unsure yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


·         Lembaga Pengadilan
Pengadilan bertugas untuk menentukan keputusan hakim bagi seseorang yang melakukan pelanggaran.
·         Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat adalah seorang warga masyarakat yang mempunyai kemampuan, pengetahuan, perilaku, keudukan dan usia yang bisa dianggap layak sebagai pemimpin.
·         Lembaga Adat
Kebiasaan-kebiasaan yang berlangsung dan menjadi norma dalam masyarakat disebut adat.
·         Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang memiliki fungsi, pendidikan dan pengaja.
·         Keluarga

·         Peranan keluarga dalam pengendalian social sangat besar, sebab lingkungan keluarga merupakan tempat partama dan utama .

Minggu, 14 September 2014

Ini Foto-foto aku hahha (~.~)

















Sinopsis Bumi Cinta


BUMI CINTA

Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Ihwan Publishing House
Tahun terbit : Januari 2011
Jumlah halaman : 546 Halaman
Alur : campuran
Penokohan :
Protagonis : Muhammad Ayyas
Devid
Shofia
Antagonis : Yelena
Linor
Tritagonis : Bu.Tyas
Eva
Profesor Tomskii
Doktor Anastasia Palazzo
Hassan
Pak.Joko Santo

Sinopsis :
Saat itu di Moskwa sedang musim dingin. Muhammad Ayyas,  seorang pemuda dari Indonesia, bersama dengan temannya yang bernama Devid berada di Moskwa, Rusia. Mereka saling pangling karena setelah sembilan tahun mereka baru bertemu. Saat SMP dulu, Ayyas adalah siswa yang paling kecil dan paling kurus di kelas. Namun, saat ini Devid melihatnya sebagai sosok yang tinggi dan cukup gagah.
Mereka bersama mencari kendaraan umum agar tidak repot mengangkut barang Ayyas ke sebuah apartemen. Setelah itu, mereka dihampiri oleh seorang supir taksi. Supir taksi itu menawarkan Ayyas dan Devid untuk menaiki taksinya. Namun, Devid tahu jika sang supir taksi ingin mempermainkan mereka dengan menawarkan harga taksi yang sangat mahal, yaitu 200 dolar. Terjadi tawar menawar harga antara Devid dengan supir taksi. Devid meminta harga yang murah, namun supir taksi menawarkan harga yang lebih mahal. Karena itulah, Devid bergegas pergi dan Ayyas mengikutinya.
Akhirnya, supir taksi tersebut berkata setuju dengan harga taksi yang ditawarkan oleh Devid. Ayyas dan Devid memasukkan koper mereka ke dalam bagasi. Sang supir hanya melihat, sama sekali tidak ada basa-basi membantu mereka menaikkan koper. Mobil tua yang digunakan sebagai taksi pun melaju kencang.
Di sepanjang perjalanan, mereka bercerita masa kecil mereka. Ayas bercerita bahwa setelah SMP, ia melanjutkan ke sebuah pesantren. Saat kelas tiga Aliyah, ia pindah ke Pesantren Kajoran Magelang yang diasuh Kiai Lukman Hakim. Setelah lulus pesantren, Ayyas sempat kuliah di IAIN Jakarta sambil mencoba memasukkan berkas ke Madinah, ternyata Ia diterima di sebuah universitas di Madinah. Saat SMP, Ayyas sempat dijuluki bandit kecil oleh Bu Tyas, guru Bahasa Inggris karena kelakuannya yang sangat kelewatan. Ketika Bu Tyas menuliskan soal Bahasa Inggris di papan tulis, Ayyas menjepret punggungnya memakai karet sehingga membuat Bu Tyas marah besar. Saat itu, Ayyas mengganggap Bu Tyas adalah perempuan yang paling cantik yang pernah ia lihat. Saat itu, Ayyas ingin melihat Bu Tyas marah. Karena itulah, Ayyas menjepret punggung Bu Tyas menggunakan karet dengan sekuat tenaga. Saat marah, ternyata wajah Bu Tyas sangat mengerikan. Sejak saat itu Ayyas tidak lagi melihat wajah cantik Bu Tyas. Ia meminta maaf kepada Bu Tyas, karena saat itu mereka di kelas tiga. Ayyas takut tidak bisa mengikuti ujian akhir.
Dan Devid berkata bahwa Ayyas tidak semestinya datang ke Moskwa karena kecantikan Nonik-nonik Rusia. Menurut Devid, Ayyas dapat rapuh dengan godaan perempuan Moskwa yang lebih dahsyat dari godaan perempuan di Jawa. Godaan perempuan Rusia akan terus menguntit bahkan di dalam mimpi.Ayyas merasa apa yang dikatakan Devid itu benar. Teman-temannya dari Rusia saat kuliah di Madinah beberapa kali pernah menyampaikan hal yang sama. Sebagian dari mereka memperlihatkan foto keluarga mereka. Kaum perempuannya jarang yang tidak bermuka jelita. Ayyas memejamkan mata dan berdoa kepada Allah agar mendapat perlindungan dari fitnah perempuan Rusia.
Saat taksi melaju di koltso Sadovaya, Ayyas bertanya tentang kemana Devid melanjutkan sekolah setelah SMP. Devid menjawab, setelah SMP ia langsung pindah sekolah ke Bandung karena ayahnya pindah tugas kesana. Selesai SMA, ia kuliah di Singapura. Di sana, Devid berkenalan dengan mahasiswi Rusia, namanya Eva Telyantikova yang usianya lebih tua, namun sangat cantik. Devid dan Eva sangat dekat, mereka hidup satu rumah dnegna cara Barat. Mereka sama-sama lulus. Ketika Eva pulang ke rusia, tepatnya ke St. Petersbug, Devid mengikutinya dan meninggalkan kuliah di Singapura. Devid tinggal di St. Petersbug sampai sekarang. Sekarang, Devid dan Eva berpisah. Eva hidup dengan lelaki dari Polandia, sementara Devid hidup sendiri. Devid mengakui, ia sudah lama tidak hidup dengan cara Timur dan menikmati hidup bebas cara Rusia tanpa banyak aturan seperti di Jawa atau di Arab Saudi.
Sampai di dekat halte bis, mobil tua itu berhenti dan mesinnya tetap menyala. Tetapi, Devid mengatakan bahwa apartemen yang mereka tuju berada di Panfilovsky Pereulok di dekat White House Residence. Lagi-lagi Devid dan sang supir berdebat tentang tarif taksi karena sang supir meminta biaya tambahan. Akhirnya, sambil mengomel dan mengumpat, sopir tua itu mengundurkan mobilnya pelan-pelan, kemudian ke Smolenskaya Pereulok, dan melaju pelan ke utara.
Devid menunjuk seorang gadis cantik yang terlihat akan memasuki mobil BMW SUV X5 hitam dan mengatakan bahwa gadis itu lebih cantik dari Bu Tyas yang dahulu dikagumi oleh Ayyas. Ia mengakui gadis Rusia yang ia lihat sekilas itu memang jelita. Tapi, gadis Rusia yang ia temui di pesawat yang duduk tepat di sampingnya jauh lebih memesona.
Ayyas mengucap dalam hati, ia merasa belum sampai ke Moskwa pun ia sudah terjerat oleh fitnah kecantikan nonik muda Rusia. Ayyas tiba-tiba begitu merasa berdosa pada Ainal Muna, gadis manis dari Kaliwungu Kendal yang sudah dipinangnya dan ia telah berjanji untuk setia padanya.
Devid berani bertanding, bahwa apa yang dikatakannya benar. Namun Ayyas kesal karena Devid hanya membicarakan tentang perempuan. Tetapi Devid menyindirnya sebagai pendikte khas Arab. Ayyas mengalihkan pembicaraan, dan tidak meladeni sindiran temannya yang bernada mengolok-olok itu. Ayyas merasa Devid, satu-satunya orang yang ia kenal baik di Moskwa tidak susah diandalkan sebagai teman yang akan mampu menjaga iman dan kebersihan jiwanya. Ayyas hanya berharap, Allah akan memberikan belas kasih padanya, sehingga ia selamat selama hidup di negeri komunis yang mulai kapitalis ini.
Ketika sampai, Ayyas memberikan uang 100 dollar miliknya, dan supir tua tersebut tidak memberikan kembaliannya. Devid mentertawainya karena Ayyas tidak percaya dengan perkataannya, namun apa yang ia katakan itu benar terjadi. Ayyas tidak merelakan uang 50 dolar berada di tangan sang supir karena ia hanya sebagai mahasiswa, bukan bos. Devid meminta sang sopir mengembalikan uang 100 dolar milik Ayyas, karena ia mempunyai uang pas 50 dolar. Sang supir mengelabui mereka dengan mengatakan bahwa uang 100 dolar itu pas dengan harga awal. Devid mengancam akan memanggil teman-temannya dari Orekhovskaya Bratva akan menagihnya pada sang supir. Mendengar nama gang Orekhovskaya yang penghuninya terkenal keji, supir taksi itu ketakutan dan mengembalikan uang yang dimiliki Ayyas, dan Devid memberikan uang pas yang ia janjikan.
Ketika akan hendak mengangkat koper menuju kamar Ayyas di nomor 303 lantai tiga, Ayyas dan Devid bertemu dengan seorang gadis Rusia yang memakai plato merah hati yang turun agak tergesa-gesa, nama gadis itu adalah Yelena. Dan Yelena bertanya kepada Devid, apakah benar Ayyas yang disampingnya itu akan menempati apartemen yang satu lantai dengannya. Devid menangguk tanda bahwa itu benar. Devid menggoda Ayyas untuk menggunakan kesempatan sebaik-baiknya karena Ayyas akan tinggal di satu apartemen dengan Yelena. Ayyas marah besar dan mukanya merah padam, Ayyas mengatakan ia masih waras dan tidak hidup bebas seperti Devid.
Sampai di tempat yang dituju, yaitu kamar Ayyas, Devid menjelaskan semuanya kenapa ia mencarikan apartemen untuk Ayyas yang tidak diharapkan oleh Ayyas. Bahwa apartemen tersebut paling aman dan nyaman yang sesuai dengan anggaran yang diberikan Ayyas. Biasanya ada satu orang yang satu negara dengan Ayyas dan teman-teman dari Asia Tenggara, tetapi kali ini tidak ada. Jika Ayyas tinggal dengan laki-laki, ia merasa tidak ada yang aman untuk Ayyas. Dan tinggal satu apartemen bersama perempuan adalah alternatif satu-satunya, karena perempuan masih berpikir ketika akan memasukkan laki-laki ke dalam rumahnya.
Devid pergi belanja untuk membelikan apa yang dibutuhkan oleh Ayyas, yaitu kartu seluler, air mineral, teh, gula, susu bubuk, madu, biskuit, gelas, piring, sendok, sabun mandi, dan deterjen. Dan Devid juga pergi mengurus paspor dan immigration card milik Ayyas. Ayyas mengambil air wudhu dan langsung shalat dan mreasa ujian imannya di Moskwa akan berat. Satu jam kemudian, ketika Devid datang membawa makanan dan barang-barang yang dipesannya, Ayyas tertidur lelap.
Yelena menangis karena melihat pekerjaannya sebagai pelacur, namun sebenarnya tidak ada yang dicarinya dan untuk apa dia hidup. Ia merasa tidak bahagia dengan ribuan dolar dari para hidung belang. Akal sehatnya ingin kembali hidup bersih sebagai perempuan bersih. Jika ia menginggalkan profesi yang dilakukannya saat ini, tidak ada jaminan ia akan mendapatkan pekerjaan yang lebih menguntungkan.
Yelena melihat Ayyas membaca Al-Qur’an ketika shalat dengan jelas, dan ia pernah mendengarya. Iya begitu akrab dengan shalat selama bertahun-tahun, sebelum ia dibuang dari keluarganya. Dan sejak saat itu ia menjadi agak benci dengan yang namanya agama, tak terkecuali Islam. Suara Ayyas itu juga mengingatkannya dengan buah hatinya Omarov. Lalu, Yelena bercerita dengan Ayyas tentang kehidupannya dari dahulu sampai sekarang. Dan Ayyas kaget, karena Yelena mengatakan hal yang tidak diperbolehkan dalam agama.
Tiba-tiba bel berbunyi. Yelena mengatakan bahwa itu pasti Linor, teman satu apartemennya yang baru pulang dan lupa membawa kunci. Yelena berkata kepada Linor, bahwa mereka mempunyai teman baru dari Indonesia bernama Ayyas. Dan mereka saling berkenalan. Namun, setelah mengetahu bahwa Ayyas beragama muslim karena berasal dari Indonesia, Linor mencela bahwa banyak penganut agama yang menurutnya primitif tersebut.
Beberapa hari kemudian, Ayyas yang ditemani Yelena di sepanjang jalan menuju kampus MGU (Moskovskyj Gosudarstbennyj Universiteit/ Universitas Negeri Moskwa), lalu mereka berpisah di belakang kampus karena Yelena harus berangkat kerja sebagai agen wisata. Ayyas melangkahkan kakinya menuju kampus dan menemui Profesor Tomskii. Ia harus menunggu sang profesor di ruangannya karena sang profesor belum datang. Ia menemui Profesor Tomskii karena tujuan utamanya ke Moskwa, Rusia adalah melakukan penelitian tesis magister kepada Profesor Tomskii yang merupakan ahli sejarah di Rusia. Ketika Profesor Tomskii tiba di ruangannya, ia mengatakan bahwa ia akan melakukan penelitian Kehidupan Umat Islam Rusia di Masa Pemerintahan Stalin.
Tetapi Profesor Tomskii mengatakan bahwa Ayyas akan dibimbing oleh asistennya, yaitu Doktor Anastasia Palazzo, karena sang profesor harus pergi ke Istanbul, Turki. Dengan Doktor Anastasia, Ayyas menceritakan tujuannya mempelajari sejarah.
Hari mulai gelap. Ayyas melangkahkan kakinya meninggalkan stasiun Prospek Mira. Ayyas terus berjalan, sampai akhirnya ia melihat kubah bulat di sudut komplek Olimpiski. Ayyas merasakan kebahagiaan luar biasa bahwa akhirnya ia melihat sebuah masjid. Ketika memasuki masjid, Ayyas melihat ada puluhan orang yang membaca Al-Quran karena saat itu tinggal lima menit lagi azam maghrib berkumandang. Ayyas shalat dua rakaat, lalu mendekati imam, memperkenalkan dirinya kepada sang imam dan menyampaikan tujuannya berada di Moskwa. Imam itu berasal dari kota Kazan, Tatarstan, bernama Hasan Sadulayev. Ayyas bercerita tentang tujuannya di Moskwa. Imam Hasan Sadulayev menawarkan Ayyas untuk menumpangi mobilnya, karena apartemen yang Ayyas tuju berseberangan dengan tempat tinggalnya. Lalu mereka berjalan menuju tempat parkiran mobil, dan sang imam memperingatkan Ayyas bahwa ujian iman di Moskwa tidak ringan.
Ketika sampai di apartemen, Ayyas berjalan di ruang tengah dan melihat perbuatan maksiat yang dilakukan oleh Linor dan seorang lelaki bule. Ia masuk ke kamar, dan mengunci pintunya. Lalu membunyikan nurattal sekeras-kerasnya sampai ia merasa aman. Terdengar pintu kamarnya digedor dengan sangat keras setelah ia shalat, lalu Ayyas melanjutkan shalatnya, dan pintu kamarnya kembali digedor-gedor. Selesai salam, Ayyas bangkit dengan kemarahan yang menyala. Ayyas membuka pintu kamarnya, dan di hadapannya, lelaki bule yang ia lihat di ruang tengah itu berdiri tegak memelototinya dan memarahinya. Kemarahan Ayyas berlipat-lipat. Kemarahan bule itu tidak tertahan lagi, ia ingin menghajar Ayyas sejadi-jadinya, dan menganggap enteng pemuda Indonesia yang pernah belajar beberapa beladiri itu. Ayyas dapat membaca jurus yang digunakan lelaki bule muda yang disebut sergei itu, dan melakukan jurus berbeda. Linor yang menyaksikan hal itu menjerit dan gemetar. Lalu Linor membawa sergei entah kemana.
Ayyas bercerita kepada Yelena, bahwa Linor membawa Sergei dan mereka berbuat maksiat, dan sesudah itu mereka bertengkar. Meskipun Sergei telah ia lumpuhkan, Ayyas meyakini bahwa masalahnya dengan Sergei tidak akan selesai begitu saja. Dan Sergei pasti tidak akan tinggal diam dan menggunakan segala cara untuk membalas dendam. Ayyas berharap semoga tidak ada tetangga apartemen mereka yang melaporkan kejadian saat ia dan sergei berkelahi.
Keesokan harinya, saat Ayyas dan Linor terbangun, Ayyas bercerita kepada Linor bahwa ia khawatir kejadian tadi malam akan diketahui oleh polisi. Linor mengkhawatirkan polisi akan datang pagi ini. Ternyata dugaannya benar, belum sempat pembicaraan mereka diteruskan, terdengar pintu diketuk berkali-kali. Ia mengintip dari lubang pintu, dan berkata tanpa suara mengisyaratkan yang datang adalah polisi. Yelena meminta Ayyas untuk masuk ke kamarnya, ia duduk dengan pasrah mengkhawatirkan Linor dan Yelena memfitnah dan mengirimnya ke penjara karena ia sudah mulai tahu bahwa Linor sangat tidak menyukai dirinya, hanya karena dirinya seorang muslim.
Polisi bertanya tentang kekacauan tadi malam yang berada di apatermen Yelena dan Linor. Linor membantah, dan mengatakan bahwa itu hanyalah kekacauan kecil karena kecemburuannya kepada pacarnya. Dan membantah itu hanya persoalan kecil anak muda, dan tidak harus memperbesar masalahnya. Polisi memaafkan kelakuan Linor dan pacarnya, namun memperingatkan jika lain kali kalau ribut dengan pacar jangan sampai mengganggu orang lain.
Di kampus MGU, Dokor Anastasia menunggu Ayyas di dalam kampus. Ia mondar-mandir di ruang Profesor Tomskii, tidak tahu harus berbuat apa. Ia berkata kepada dirinya sendiri, karena Ayyas tidak datang, ia terlihat seperti orang dungu. Doktor Anastasia menganggap Ayyas samasekali tidak menghormatinya sebagai pembimbing, karena tidak datang tanpa memberi pemberitahuan atau izin. Lalu ia iseng membuka ponselnya, ada dua SMS masuk, dari Profesor Lyudmila Nozdryova dan Ayyas. Hatinya langsung berdesir melihat SMS dari pemuda itu, dan langsung membaca isi SMS Ayyas. Isi SMS Ayyas memberitahukan bahwa hari ini ia tidak datang ke kampus karena mengalami kecelakaan di apartemen, pundak kirinya sakit, dan ingin mengobatkan pundak kirinya.
Saat yang sama, Ayyas berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskwa untuk mengobati pundak kirinya yang sakit kepada Pak Joko Santo, seorang guru Sekolah Indonesia yang ahli mengurut. Pak Joko mengetahui, engsel tulang pada pundak Ayyas tidak pada tempatnya karena terkena benturan atau pukulan benda keras. Ayyas membenarkan, dan menceritakan kepada Pak Joko bahwa pundak kirinya sakit karena pukulan orang Rusia dan tadi malam ia berkelahi dengan orang Rusia. Ayyas berterima kasih kepada Pak Joko karena telah membetulkan pundaknya yang sakit. Ayyas dan Pak Joko langsung akrab, lalu Pak Joko bertanya banyak hal kepada Ayyas. Dan Ayyas mengatakan kepada Pak Joko bahwa ia ingin pindah tempat sewa walaupun mengorbankan materinya, karena di apatermen yang ditempatinya saat ini ia merasa tidak kuat dengan ujian perempuan.
Pak Joko mengajak Ayyas keluar makan siang di restoran Lyudi di utara KBRI, tepatnya menghadap kanal. Tepat selangkah di luar pintu ketika Ayyas keluar dari restoran, Ayyas melihat Yelena yang sedang digandeng lelaki hitam besar dan mereka bercengkrama. Ayyas dan Yelena saling menyapa. Lalu Pak Joko menanyakan kepada Ayyas apakah pemuda itu mengenal Yelena. Ayyas mengaku mengenal Yelena, sebagai teman satu apatermennya dan Yelena bekerja di agen pariwisata sebagai guide para wisatawan. Pak Joko menceritakan siapa Yelena sebenarnya, bahwa nama populer Yelena adalah Lisa Nikolaevna, ia seorang pelacur papan atas. Dan belum lama ini, Yelena dipakai seorang pejabat dari Jakarta yang berkunjung ke Moskwa. Mendengar keterangan Pak Joko, tubuh Ayyas langsung gemetar. Perbuatan Linor yang seperti biang jalang sudah ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, dan kini ia mengetahui siapa Yelena sebenarnya. Ia tidak bisa membayangkan apakah ia akan selamat jika terus tinggal bersama dua perempuan yang hidup sangat bebas. Pak Joko berjanji akan membantu semampunya untuk memindahkan Ayyas dari apatermen itu. Selesai shalat Zuhur, Ayyas menuju ke kampus MGU, tepatnya di ruangan Profesor Tomskii untuk membaca dan melakukan kegiatan lainnya, seperti menyalakan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada laptopnya, dan juga shalat.
Di malam hari, ada seorang perempuan yang dilempar dari mobil yang tak lain adalah Yelena. Ia merasa seluruh tubuhnya remuk. Yelena berusaha sekeras-kerasnya meminta tolong, namun pita ysuaranya seperti sudah putus. Yelena tiba-tiba dicekam rasa takut yang luar biasa. Yelena meneteskan airmata. Ia merasa sedang berada di gerbang kematian. Ia sangat takut, ia tidak siap untuk mati. Dan ia masih ingin hidup. Ia ingat akan ponsel di saku paltonya, untuk menghubungi polisi ataupun Linor. Tetapi ia seperti tidak bisa lagi bergerak. Ia terus memaksa tangannya untuk meraih ponselnya. Ponsel berhasil diraihnya, namun ia ingat sejak siang baterai ponselnya lemah. Ia langsung putus asa. Dalam cemas dan rasa takut yang tiada terkira, Ia meminta kepada Tuhan agar diberi kesempatan untuk tetap hidup dan mengulurkan tangan pertolongaNya.
Di ruangan Profesor Tomskii, Ayyas asyik membaca buku sampai jam sebelas malam. Ayyas meminta kepada seorang polisi penjaga kampus untuk memperbolehkannya berada di ruang profesor  sampai pagi untuk melakukan riset perpustakaan. Tetapi polisi itu tidak memperbolehkannya, karena aturan untuk diizinkan menggunakan ruangan profesor hanya sampai jam sebelas malam. Ayyas  berjalan menuju stasiun Universite, dan menuju stasiun Metro dengan malas karena di apartemennya ada Yelena dan Linor yang menurut Ayyas udah tidak punya harga diri dan jiwa kemanusiaan. Sampai di stasiun Arbatskaya, Ayyas turun dan mengganti metro. Dan ketika keluar dari stasiun Smolenskaya, ia ingin mencari gastromon (toko makanan yang menjual makanan berukuran sedang).
Ada pemuda yang bersedia menolong Yelena setelah beberapa orang dimintai pertolongan oleh seorang ibu yang menemukan Yelena, tidak bersedia membantu. Pemuda itu tidak lain adalah Ayyas yang kebetulan lewat di sana. Akhirnya Yelena dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa kalau terlambat sedikit saja dibawa ke rumah sakit, maka Yelena tidak akan tertolong. Sejak saat itu, Yelena sangat berterimakasih kepada Ayyas. Bahkan ia mulai mempercayai Tuhan. Kepercayaan dirinya bahwa Tuhan benar-benar ada semakin mantap setelah menyaksikan dan mendengar seminar tentang ketuhanan yang diisi oleh cendekia-cendekia Rusia, termasuk Ayyas salah satunya.
Tidak lama setelah itu, Devid yang selama di Rusia menganut gaya hidup bebas, merasa tidak tahan lagi. Ia ingin segera menikah. Ia sempat ingin dinikahkan dengan adik seorang ustad. Tapi ia merasa tidak pantas. Lalu ia minta tolong Ayyas mencarikan calon istri untuknya. Ayyas menyarankannya dengan Yelena. Akhirnya Yelena mengucap dua kalimat sahadat dan memeluk Islam serta menikah dengan Devid. Mereka hidup bahagia.
Linor pergi ke Kiev, Ukraina menemui ibunya yang sudah hampir satu tahun tidak ditemuinya. Ibunya yang bernama Ekaterina Corsova menceritakan siapa Linor sebenarnya. Linor adalah anak perempuan Palestina dari Salma Abdul Aziz, salah satu korban dalam pembantaian di Sabra dan Shatila. Linor baru menyadari betapa jahatnya dia, menjadi agen rahasia Israel yang menjadi bagian dari penyebab hilangnya nyawa orang Palestina yang ternyata adalah saudaranya sendiri. Ekaterina menyuruh Linor memeluk agama Islam, agama yang telah dipeluknya selama setahun terakhir.
Ayyas nampak bahagia, sejak sore ia sudah resmi meninggalkan apatermennya di Panvilovsky Pereulok di kawasan Smolenskaya ke Aptekarsy Pereulok di kawasan Baumanskaya, yang tak lain adalah rumah Pak Joko. Malam itu Ayyas menata kamarnya sesuai keinginanya. Setelah Pak Joko menyelesaikan tugasnya, ia memanggil Ayyas mencari makan malam di sebuah restoran. Sampai di depan restoran, Yelena menghubungi Ayyas dan menanyakan apakah tas milik Ayyas tertinggal di apartemennya dulu. Tetapi Ayyas tidak merasa, dan mengira tas itu milik seorang penghuni yang menempati kamarnya sebelum dia.
Pagi hari sebelum matahari terbit, Ayyas bersama Doktor Anastasia Palazzo menuju ke sebuah studio karena mereka menjadi pembicara dalam sebuah talkshow “Rusia Berbicara”. Dalam talkshow tersebut, Doktor Anastasia Palazzo dan Ayyas berhasil menjawab pertanyaan dengan baik. Namun ketika seorang ibu setengah baya bermantel cokelat ingin berbicara, tetapi tiba-tiba Direktur Program memberi isyarat agar acara disela dengan iklan. Karena ada kejadian luar biasa di Moskwa, yaitu bom meledak di lobby Metropole Hotel, puluhan orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Beberapa saat setelah berdebat dengan Ayyas tentang agama yang mereka yakini, tiba-tiba ponsel Doktor Anastasia berdering. Ada telepon dari Prof. Lyudmila Nozdryova, Guru Besar Ilmu Bedah Jantung Fakultas Kedokteran. Ia memberitahukan bahwa ada sebuah berita bom meledak di lobby Metropole Hotel di sebuah stasiun televisi dan pelaku pemboman tersebut tak lain adalah… Ayyas! Mahasiswa asal Indonesia yang dibimbingnya. Doktor Anastasia tidak percaya, karena tadi baru saya ia menyelesaikan acara talkshow “Rusia Berbicara” bersama Ayyas di sebuah stasiun televisi. Doktor Anastasia berpikir, tidak mungkin satu orang berada di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama. Berkat alibi yang sangat kuat, Ayyas terbebas dari tuduhan tersebut.
Linor sang agen Mossad yang menyusun rencana untuk membuat Ayyas sebagai pelaku pemboman, biasanya bersedih karena rencananya gagal, tetapi kali ini ia tidak bersedih rencana jahatnya kepada Ayyas menjadi gagal, karena Ayyas tidak jadi celaka karena perbuatannya.
Setelah mendapatkan informasi yang meyakinkannya, Linor akhirnya memeluk Islam dan memakai nama aslinya, Sofia. Sofia telah bertemu dengan Ayyas, namunbelum mendapatkan kepastian dari Ayyas pada saat itu. Karena Ayyas tidak langsung memberikan jawaban, ia pun pamit dan berharap Ayyas bisa memberikan kepastian keesokan harinya. Saat Sofia sudah berada di halaman depan rumah, Ayyas berubah pikiran. Ia akan langsung menerima dan menyanggupi untuk menjadi suami Sofia. Namun Sofia sudah terlalu jauh. Ayyas langsung bergegas ke jendela untuk meneriakkan bahwa ia sanggup. Tapi Sofia sudah terlihat sangat jauh. Dan di belakangSofia, Ayyas melihat ada sebuah mobil hitam yang dikendarai melaju ke arahnya. Ayyas melihat orang dalam mobil tersebut memegang senjata api. Ayyas berteriak memperingatkan Sofia. Namun terlambat, Doooorrrrr…. Sofia pun roboh saat itu juga. Ternyata orang tersebut menembak Sofia. Ayyas langsung terkulai lemas tak berdaya menyaksikan Sofia yang telah jatuh bersimbah darah. Ia pun mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa dan kemudian berlari ke arah Sofia yang telah terkapar. Ia mengangkat Sofia ke pangkuannya. Sofia bersimbah darah. Ia langsung meminta bantuan untuk membawa Sofia ke rumah sakit.
Tidak lama kemudian ada seorang ibu yang mengendarai mobil di dekat sana. Ayyas meminta bantuan kepada ibu tersebut, dan mobil tersebut langsung melaju ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama kepada Sofia yang tertembak. Ayyas sangat menyesal, mengapa ia tidak langsung menjawab permintaan dari Sofia tadi. Dengan penuh penyesalan, Ayyas menangis terisak. Isakan seorang pencinta sejati, yang mencintai kekasihnya karena Allah, lalu kehilangan kekasihnya karena Allah pula.


Kamis, 11 September 2014

Sinopsis Pudarnya Pesona Cleopatra

Judul : Pudarnya Pesona Cleopatra
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Tahun : 2008
Jumlah halaman : 111
1.  Tema
Kepasrahan, cinta kasih, ketulusan, keangkuhan, egois dan penyesalan.
2. Penokohan
Tokoh utama aku (suami Raihana). Memiliki watak keras kepala, egois dan tidak mau menerima takdir serta tidak bisa menghargai orang yang mencintainya dengan tulus. Raihana memiliki jiwa yang bersih, kuat beriman dan selalu tulus mencintai karena percaya ada yang lebih dicintai dengan penuh kepasrahan yaitu Allah. Walaupun harus menelan kepahitan yang dialaminya.
3. Alur atau Plot
Alur yang digunakan dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra adalaha alur maju.

4. Gaya Bahasa atau Majas
Gaya bahasa novel ini sangat sederhana namun indah. Dapat dicerna oleh semua kalangan. Sesekali menggunakan bahasa jawa yang ringan untuk menampilkan nuansa daerah. Majas yang digunakan diantaranya sebagai berikut:
1. Majas hiperbola
a. Jangan kau kecewakan harapan ibumu yang telah hadir jauh sebelum kau lahir !
b. Aura pesona kecantikan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra sedemikian kuat mengakar dalam otak, persaaan dan hatiku
2. Majas persinofikasi
a. Aku ingin mejadi mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
3. Majas perumpamaan
a. Dalam balutan jilbab sutera putih wajah gadis Mesir itu bersinar-sinar, seperti permata Zabarjad yang bersih, indah berkilauan tertimpa sinar purnama.
5. Unsur Latar
a. Latar waktu
Latar waktu dalam novel ini adalah masa kini yang modern dan sudah maju.
b. Latar tempat
Cerita ini berlangsung di Tanah Jawa . Mesir saat menimba ilmu
c. Latar sosial
Berlatar pada kehidupan sosial ketimuran yang kental dengan nilai, norma dan budaya yang masih menyanjung tentang kesetiaan, kehormatan dan tenggang rasa. Dan tentang budaya mesir yang jauh berbeda kehidupan sosialnya dengan Indonesia khususnya Jawa.
Sinopsis
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal." Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu" kata ibu.
"Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu", ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali. Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, "cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli!” kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah.
Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia. Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku.
Hari pernikahan datang. Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja.
Aku merasa hidupku adalah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia,keberadaan kusia-sia.Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab " tidak apa-apa mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga" Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil 'mbak', " kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku" tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. "wallahu a'lam" jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, "Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini". Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku.
Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya. 
Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol.
Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.
"Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang" Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. " Ma....maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana," lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. " Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din...Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. " Ya Mas!" sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil "dinda". " Matanya sedikit berbinar. "Te...terima kasih...Di...dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah," ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. " Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?". Hana begitu bahagia.
Acara pengajian dan aqiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. " Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan Ibundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.
Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana. Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi.


Setiap saat nuraniku bertanya" Mana tanggung jawabmu!" Aku hanya diam dan mendesah sedih. " Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta" gumamku.Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alas an kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, " Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita". Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman.
Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir. Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut.
Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mEsir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. "Apakah kamu sudah menikah?" kata Pak Qalyubi. "Alhamdulillah, sudah" jawabku. " Dengan orang mana?. " Orang Jawa". " Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?". "Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran". " Kau sangat beruntung, tidak sepertiku". " Kenapa dengan Bapak?" " Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang". " Bagaimana itu bisa terjadi?". " Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Tanpa ada rasa canggung meskipun baru mengenali lawan bicaranya,Pak Qalyubi lansung bercerita tentang kehidupannya bersama gadis mesir.Berawal dari kedekatannya, menikah, mempunyai anak,perselingkuhan hingga perceraian yang terjadi. 
Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya. Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong....Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi...ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. "Mana Raihana Bu?". Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi. " Raihana...istrimu..istrimu dan anakmu yang dikandungnya". " Ada apa dengan dia". "Dia telah tiada". " Ibu berkata apa!". " Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya". Hatiku bergetar hebat. " Ke...kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?". " Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, Jadi maafkanlah kami".
Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.
Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa.