GOLONGAN DARAH A
Orang-orang dengan golongan darah A di percaya
memiliki sifat terorganisir, konsisten, sangat mudah bekerja sama tapi
selalu cemas (terlalu perfeksionis) sehingga mudah membuat orang lain
tidak suka.
Mereka juga diketahui memiliki ketenangan saat
situasi kritis bahkan saat semua orang panik. Namun, mereka cenderung
menghindari konfrontasi dan tidak nyaman di dekat orang yang tidak
cocok.
Golongan darah A yang pemalu, cenderung sangat sopan. Tapi
semua orang dengan golongan darah A memiliki kesamaan yaitu tidak pernah
benar-benar merasa cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung
jawab. Jika ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka lebih memilih
untuk mengurus sendiri. Mereka termasuk orang-orang mendambakan
kesuksesan dan perfeksionis.
Orang-orang bergolongan darah A juga
sangat kreatif dan paling artistik dari semua tipe darah. Kemungkinan
besar karena sensitivitas mereka. Orang dengan golongan darah A juga
dianggap klasik karena mudah stres.
a. Berkepala dingin, serius, sabar dan tenang.
b. Mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya tetapi keras kepala.
c.
Sebelum melakukan sesuatu orang bergolongan darah A biasanya
memikirkannya terlebih dahulu dan mempunyai perencanaan yang matang.
Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara
konsisten.
d. Berusaha membuat diri mereka sewajar dan seideal mungkin.
e. Bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
f.
Mencoba menekan perasaan mereka dan kelihatan tegar. Walaupun
sebenarnya mereka mempunyai sisi yang lemah seperti gugup dan lain
sebagainya.
g. Cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak
sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang
bertemperamen sama.
GOLONGAN DARAH B
Orang dengan darah tipe
B berkarakter paling santai. Mereka cenderung kurang kooperatif karena
lebih suka mengikuti aturan dan ide-ide mereka sendiri. Mereka adalah
individualis. Memperhatikan pikiran mereka lebih sedikit daripada
perasaan mereka.Oleh sebab itu terkadang tampak dingin dan serius. Orang
dengan darah tipe B sering dianggap tidak konvensional daripada jenis
golongan darah lainnya.
a. Pemilik golongan darah B ini suka penasaran dan tertarik terhadap segala hal baru.
b.
Mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobi. Kalau sedang suka dengan
sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
c. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
d.
Ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal dan tidak mau hanya
dianggap rata-rata. Cenderung melalaikan lain hal jika sedang terfokus
pada satu hal. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu
secara berbarengan alias kurang bisa multi-tasking.
e. Terlihat
cemerlang, riang, bersemangat dan antusias dari luar tetapi sebenarnya
semuanya ternyata sama sekali berbeda dengan yang ada di dalam diri
mereka.
GOLONGAN DARAH O
Orang dengan golongan darah O orang
yang terbuka, enerjik dan sosial. Mereka yang paling fleksibel
dibandingkan dengan semua golongan darah.
Mereka mudah memulai
proyek tetapi sering mengalami kesulitan berikutnya karena mereka mudah
menyerah. Mereka bertingkah dan tidak terlalu dapat diandalkan. Golongan
darah O selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka.
Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Juga, orang dengan darah O sangat percaya diri.
a.
Golongan darah O biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu
grup dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para
anggota grup tersebut. Biasanya mereka berjiwa leadership sebagai
seorang pemimpin.
b. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang
c. Apabila kesal terhadap seseorang, mereka susah marah terhadap orangnya langsung.
d.
Biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan
dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
e. Disukai oleh semua orang meski keras kepala dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
f. Di lain pihak, mereka sangat fleksibel dan gampang menerima hal-hal yang baru.
g. Gampang di pengaruhi oleh orang lain dan lingkungan.
h.
Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering
tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati.
GOLONGAN DARAH AB
Orang
dengan golongan darah AB sulit diprediksi. Mereka dapat memiliki
karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu yang sama. Misalnya,
mereka bisa pemalu dan bisa tiba-tiba sebaliknya. Mereka dengan mudah
beralih dari satu berlawanan dengan yang lain.
Orang yang dapat
dipercaya dan bertanggung jawab, tetapi tidak dapat menangani terlalu
banyak. Mereka tidak keberatan membantu asalkan kondisi mereka sendiri
mampu. Orang dengan tipe darah ini tertarik dalam seni dan metafisika.
AB
dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka hengkang dari
pekerjaan ketika terdapat hal-hal tidak memenuhi harapan mereka. Dikenal
sensitif dan ingin mendapat perhatian untuk mengimbangi kekurangan dari
jenis darahnya.
Dalam beberapa kasus, sejumlah perusahaan mencoba
membagi karyawan mereka kedalam kelompok kerja berdasarkan golongan
darah dan tak seorang pun ingin bekerja dengan kelompok golongan darah
AB.
a. Memiliki perasaan yang sensitif, lembut.
b. Penuh perhatian dan menjaga perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
c. Di samping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
d. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
e. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu panjang dan dalam.
f. Punya banyak teman, tapi membutuhkan waktu dan tempat untuk menyendiri dalam memikirkan persoalan-persoalan mereka.
Minggu, 21 September 2014
Sabtu, 20 September 2014
Pengendalian Sosial
Pengendalian Sosial
A. Pengendalian Sosial
1.
Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian
sosial adalah segala usaha dan proses pengawasan yang direncanakan untuk
mendidik,mengajak bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan
nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.
Pengertian pengendalian menurut para
ahli :
v Roucek
Suatu istilah kolektif yang
mengacu pada proses terencana ataupun tidak yang mengajarkan, membujuk atau
memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan dan
nilai-nilai kehidupan kelompok.
v Berger
Suatu cara yang digunakan
masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
v Koentjaraningrat
Disebabkan oleh adanya
ketegangan dalam proses social. Ada 3 ketegangan dalam proses social yang memerlukan
pengendalian social :
1) Ketegangan
social yang terjadi karena keperluan yang bersifat umum bertemu dengan
kepentingan golongan yang ada dalam masyarakat.
2) Ketegangan
social yang terjadi karena golongan yang menyimpang sengaja menantang tata kelakuan
yang berlaku di dalam masyarakat.
3) Ketegangan
social yang terjadi antara ketentuan dalam adat istiadat dan kepentingan
individu.
2. Gagasan terhadap upaya-upaya pengendalian
social
Pengendalian itu bertujuan
mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan yang terjadi di
masyarakat. Tujuan pengendalian diri biasanya ditentukan oleh nilai-nilai dan
cita-cita pribadi seseorang sesuai
dengan norma yang berlaku.
3.
Cakupan pengendalian social
a. Pengawasan
terhadap individu
Contoh = Tono mengawasi adiknya agar tidak
berkelahi
b. Pengawasan
individu dengan kelompok
Contoh = Guru mengawasi ujian di sekolah
c. Pengawasan
kelompok dengan individu
Contoh = kawanan massa menghajarseorang
pencopet
d. Pengawasan
antar kelompok
Contoh =
dua ataulebih Negara berkembang bergabung dalam pengawasan peredaran
obat-obatan terlarang
4.
Dari aspek Sifat
Berdasarkan aspek sifatna
pengendalian social dapat dibedakan atas pengendalian social yang dapat
bersifat preventif, represif dan gabungan.
a. Usah
pengendalian social yang bersifat preventif
Usah
apengendalian social jenis ini dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran,
tujuannya adalah memang untuk mencegah terjadinya. Contoh : orang tua yang
melarang anaknya bergaul dengan kelompok remaja yang suka mabuk-mabukan dan
berjud. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar anaknya tidak ikut melakukan
perbuatan yang tidak baik itu.
b.
Usaha pengendalian social yang bersifat represif
Usaha
engendalian social jenis ini dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran,
tujuannya agar mengembalikan keadaan
dapat pulih seperti sedia kala. Contoh : seseorang yang melakukan tindakan
pidana kemudian diadukan ke pengadilan dan pengadilan menjatuhkan hukuman.
Setelah ia dipenjara dan menunjukan sikap menyesal ia mendapatkan rehabilitas
nama baiknya .
c.
Usaha pengendalian social yang bersifat gabungan
Pengendalian
social ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan preventif sekaligus
mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma social
(represif). Contoh : Guru mengawasi anak agar tidak membolos pada jam
pelajaran. Untuk itu dipperlikan petugas berupa guru piketdan satpam.
5. Dari aspek pelaku dan siapa yang
mengendalikan perilaku social
Pengendalian social dapat
dilakukan oleh :
a. Individu terhadap individu lainnya,
misalnya seorang ibu yang mendidik anaknya agar mentaati norma-norma yang
berlaku dalam keluarga dan masyarakat.
b.
Individu terhadap kelompok lainnya misalnya seorang wali kelas bertanggung
jawab mengawasi kelas agar mentaati segala peraturan sekolah.
c.
Suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Misalnya pengurus koperasi mengawasi
anggota koprasi dalam melaksanakan kewajibannya.
d.
Suatu kelas terhadap individu , misalnya suatu kelompok masyarakt mengawasi
para bekas narapidana agar kembali ke jalan yang benar.
6. Dari sifat aspek
kelembaggan
Dari
sifat-sifat engendalian social diatas masih ada sifat pengendalian social yang
lain antara lain :
a.
Pengendalian resmi
Pengendalian
resmi (Formal) adalah suatu pengawasan yang dilakukan oeh lembaga-lembaga
resmi,
b.
Pengendalian tidak resmi
Pengendalian
tidak resmi dilakukan demi terpeliharanya peraturan peraturan yang resmi milik masyarakat.
c.
Pengendalian Institusional
Pengendalian
institusional ialah pengaruh dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga
tertentu.
d.
Pengendalian Pribadi
Pengendalian
pribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang dating dari orang-orang tertentu.
B. Cara pengendalian Sosial
Untuk
melaksanakn pengendalian social Dapat dilakukan dengan menempuh dua cara, sebagai
berikut:
1.
Cara Persuasif
Persuasif
adalah ajakan-ajakan halus tanpa kekerasan atau tidak melalui paksaan. Pada
suatu masyarakat yang relative aman cara inilah yang paling efektif digunakan
dari pada denagn cara-cara paksaan.
2.
Cara Coercive
Cara
kekerasan adalah pengendalian social dengan memberikan sangsi agar keserasian
hidup berkelompok tidak terganggu.
Jenis-jenis pengendalian
social dengan kekerasan dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a) Kompulsif
Kompulsif adalah situasi
yang diciptakan sedemikian rupa sehingga
seseorang terpaksa taat atau patuh pada norma- norma.
b) Pengisisan
Pengisian ada;ah penyampaian norma atau nilai
yang di ulang-ulang sedemikian rupa dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran
seseorang untuk mematuhi norma-norma social sehingga orang tersebut akan
mengubah sikapnya.
C.
Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial
Berikut
ini merupakan bentuk-bentukpengendalian social:
·
Gosip
Hal ini bertujuan agar orang yang berpreilaku
menyimpang dapat secepatnya kembali ke jalan yang benar.
·
Teguran
Hal ini bertujuan agar perbuatan menyimpang
itu terhenti dan keadaan kembali normal sesuai nilai-nilai dan norma yang
berlaku.
·
Hukuman
Hukuman dalam arti yang luas merupakan alat
pengendalian social yang paling ampuh karena disertai dengan sanksi yang tegas
berwujud penderitaan.
·
Pendidikan
Pendidikan dalam bentuk yang bersifat formal
maupun yang bersifat nonformal merupakan salah satu alat pengendalian social
yang telah melembaga, baik pada masyarakat yang sederhana maupun yang modern.
·
Agama
Faktor agama merupakan factor yang dominan
dalam pembentukan pribadi seseorang. Ajaran-ajaran menunjukan
perbuatan-perbuatan mana yang benar dan mana yang salah.
D. Peranan Lembaga-Lembaga
Sosial Dalam Pengendalian Sosial
Dalam masyarakat terdapat lembaga-lembaga
social yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pengendalian social
diantaranya;
·
Lembag aPendidikan
Lembaga Pendidikan baik yang bersifat formal
maupun nonformal dapat memberikan pendidikan,bimbingan dan keterampilan yang
efektif.
·
Lembaga Kepolisian
Polisi merupakan salah satu unsure yang
bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
·
Lembaga Pengadilan
Pengadilan bertugas untuk menentukan
keputusan hakim bagi seseorang yang melakukan pelanggaran.
·
Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat adalah seorang warga
masyarakat yang mempunyai kemampuan, pengetahuan, perilaku, keudukan dan usia
yang bisa dianggap layak sebagai pemimpin.
·
Lembaga Adat
Kebiasaan-kebiasaan yang berlangsung dan
menjadi norma dalam masyarakat disebut adat.
·
Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal
yang memiliki fungsi, pendidikan dan pengaja.
·
Keluarga
·
Peranan keluarga dalam pengendalian social
sangat besar, sebab lingkungan keluarga merupakan tempat partama dan utama .
Minggu, 14 September 2014
Sinopsis Bumi Cinta
BUMI CINTA
Penulis
: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit
: Ihwan Publishing House
Tahun
terbit : Januari 2011
Jumlah
halaman : 546 Halaman
Alur
: campuran
Penokohan
:
Protagonis
: Muhammad Ayyas
Devid
Shofia
Antagonis : Yelena
Linor
Tritagonis : Bu.Tyas
Eva
Profesor Tomskii
Doktor Anastasia
Palazzo
Hassan
Pak.Joko Santo
Sinopsis :
Saat itu di Moskwa sedang
musim dingin. Muhammad Ayyas, seorang pemuda dari Indonesia, bersama
dengan temannya yang bernama Devid berada di Moskwa, Rusia. Mereka saling
pangling karena setelah sembilan tahun mereka baru bertemu. Saat SMP dulu,
Ayyas adalah siswa yang paling kecil dan paling kurus di kelas. Namun, saat ini
Devid melihatnya sebagai sosok yang tinggi dan cukup gagah.
Mereka bersama mencari
kendaraan umum agar tidak repot mengangkut barang Ayyas ke sebuah apartemen.
Setelah itu, mereka dihampiri oleh seorang supir taksi. Supir taksi itu
menawarkan Ayyas dan Devid untuk menaiki taksinya. Namun, Devid tahu jika sang
supir taksi ingin mempermainkan mereka dengan menawarkan harga taksi yang
sangat mahal, yaitu 200 dolar. Terjadi tawar menawar harga antara Devid dengan
supir taksi. Devid meminta harga yang murah, namun supir taksi menawarkan harga
yang lebih mahal. Karena itulah, Devid bergegas pergi dan Ayyas mengikutinya.
Akhirnya, supir taksi
tersebut berkata setuju dengan harga taksi yang ditawarkan oleh Devid. Ayyas
dan Devid memasukkan koper mereka ke dalam bagasi. Sang supir hanya melihat,
sama sekali tidak ada basa-basi membantu mereka menaikkan koper. Mobil tua yang
digunakan sebagai taksi pun melaju kencang.
Di sepanjang perjalanan,
mereka bercerita masa kecil mereka. Ayas bercerita bahwa setelah SMP, ia
melanjutkan ke sebuah pesantren. Saat kelas tiga Aliyah, ia pindah ke Pesantren
Kajoran Magelang yang diasuh Kiai Lukman Hakim. Setelah lulus pesantren, Ayyas
sempat kuliah di IAIN Jakarta sambil mencoba memasukkan berkas ke Madinah,
ternyata Ia diterima di sebuah universitas di Madinah. Saat SMP, Ayyas sempat
dijuluki bandit kecil oleh Bu Tyas, guru Bahasa Inggris karena kelakuannya yang
sangat kelewatan. Ketika Bu Tyas menuliskan soal Bahasa Inggris di papan tulis,
Ayyas menjepret punggungnya memakai karet sehingga membuat Bu Tyas marah besar.
Saat itu, Ayyas mengganggap Bu Tyas adalah perempuan yang paling cantik yang
pernah ia lihat. Saat itu, Ayyas ingin melihat Bu Tyas marah. Karena itulah,
Ayyas menjepret punggung Bu Tyas menggunakan karet dengan sekuat tenaga. Saat
marah, ternyata wajah Bu Tyas sangat mengerikan. Sejak saat itu Ayyas tidak
lagi melihat wajah cantik Bu Tyas. Ia meminta maaf kepada Bu Tyas, karena saat
itu mereka di kelas tiga. Ayyas takut tidak bisa mengikuti ujian akhir.
Dan Devid berkata bahwa
Ayyas tidak semestinya datang ke Moskwa karena kecantikan Nonik-nonik Rusia.
Menurut Devid, Ayyas dapat rapuh dengan godaan perempuan Moskwa yang lebih
dahsyat dari godaan perempuan di Jawa. Godaan perempuan Rusia akan terus menguntit
bahkan di dalam mimpi.Ayyas merasa apa yang dikatakan Devid itu benar.
Teman-temannya dari Rusia saat kuliah di Madinah beberapa kali pernah
menyampaikan hal yang sama. Sebagian dari mereka memperlihatkan foto keluarga
mereka. Kaum perempuannya jarang yang tidak bermuka jelita. Ayyas memejamkan
mata dan berdoa kepada Allah agar mendapat perlindungan dari fitnah perempuan
Rusia.
Saat taksi melaju di koltso
Sadovaya, Ayyas bertanya tentang kemana Devid melanjutkan sekolah setelah SMP.
Devid menjawab, setelah SMP ia langsung pindah sekolah ke Bandung karena
ayahnya pindah tugas kesana. Selesai SMA, ia kuliah di Singapura. Di sana,
Devid berkenalan dengan mahasiswi Rusia, namanya Eva Telyantikova yang usianya
lebih tua, namun sangat cantik. Devid dan Eva sangat dekat, mereka hidup satu
rumah dnegna cara Barat. Mereka sama-sama lulus. Ketika Eva pulang ke rusia,
tepatnya ke St. Petersbug, Devid mengikutinya dan meninggalkan kuliah di
Singapura. Devid tinggal di St. Petersbug sampai sekarang. Sekarang, Devid dan
Eva berpisah. Eva hidup dengan lelaki dari Polandia, sementara Devid hidup
sendiri. Devid mengakui, ia sudah lama tidak hidup dengan cara Timur dan
menikmati hidup bebas cara Rusia tanpa banyak aturan seperti di Jawa atau di
Arab Saudi.
Sampai di dekat halte bis,
mobil tua itu berhenti dan mesinnya tetap menyala. Tetapi, Devid mengatakan
bahwa apartemen yang mereka tuju berada di Panfilovsky Pereulok di dekat White
House Residence. Lagi-lagi Devid dan sang supir berdebat tentang tarif taksi
karena sang supir meminta biaya tambahan. Akhirnya, sambil mengomel dan
mengumpat, sopir tua itu mengundurkan mobilnya pelan-pelan, kemudian ke
Smolenskaya Pereulok, dan melaju pelan ke utara.
Devid menunjuk seorang
gadis cantik yang terlihat akan memasuki mobil BMW SUV X5 hitam dan mengatakan
bahwa gadis itu lebih cantik dari Bu Tyas yang dahulu dikagumi oleh Ayyas. Ia
mengakui gadis Rusia yang ia lihat sekilas itu memang jelita. Tapi, gadis Rusia
yang ia temui di pesawat yang duduk tepat di sampingnya jauh lebih memesona.
Ayyas mengucap dalam hati,
ia merasa belum sampai ke Moskwa pun ia sudah terjerat oleh fitnah kecantikan
nonik muda Rusia. Ayyas tiba-tiba begitu merasa berdosa pada Ainal Muna, gadis
manis dari Kaliwungu Kendal yang sudah dipinangnya dan ia telah berjanji untuk
setia padanya.
Devid berani bertanding,
bahwa apa yang dikatakannya benar. Namun Ayyas kesal karena Devid hanya
membicarakan tentang perempuan. Tetapi Devid menyindirnya sebagai pendikte khas
Arab. Ayyas mengalihkan pembicaraan, dan tidak meladeni sindiran temannya yang
bernada mengolok-olok itu. Ayyas merasa Devid, satu-satunya orang yang ia kenal
baik di Moskwa tidak susah diandalkan sebagai teman yang akan mampu menjaga
iman dan kebersihan jiwanya. Ayyas hanya berharap, Allah akan memberikan belas
kasih padanya, sehingga ia selamat selama hidup di negeri komunis yang mulai
kapitalis ini.
Ketika sampai, Ayyas
memberikan uang 100 dollar miliknya, dan supir tua tersebut tidak memberikan
kembaliannya. Devid mentertawainya karena Ayyas tidak percaya dengan
perkataannya, namun apa yang ia katakan itu benar terjadi. Ayyas tidak
merelakan uang 50 dolar berada di tangan sang supir karena ia hanya sebagai
mahasiswa, bukan bos. Devid meminta sang sopir mengembalikan uang 100 dolar
milik Ayyas, karena ia mempunyai uang pas 50 dolar. Sang supir mengelabui
mereka dengan mengatakan bahwa uang 100 dolar itu pas dengan harga awal. Devid
mengancam akan memanggil teman-temannya dari Orekhovskaya Bratva akan
menagihnya pada sang supir. Mendengar nama gang Orekhovskaya yang penghuninya
terkenal keji, supir taksi itu ketakutan dan mengembalikan uang yang dimiliki
Ayyas, dan Devid memberikan uang pas yang ia janjikan.
Ketika akan hendak
mengangkat koper menuju kamar Ayyas di nomor 303 lantai tiga, Ayyas dan Devid
bertemu dengan seorang gadis Rusia yang memakai plato merah hati yang turun
agak tergesa-gesa, nama gadis itu adalah Yelena. Dan Yelena bertanya kepada
Devid, apakah benar Ayyas yang disampingnya itu akan menempati apartemen yang
satu lantai dengannya. Devid menangguk tanda bahwa itu benar. Devid menggoda
Ayyas untuk menggunakan kesempatan sebaik-baiknya karena Ayyas akan tinggal di
satu apartemen dengan Yelena. Ayyas marah besar dan mukanya merah padam, Ayyas
mengatakan ia masih waras dan tidak hidup bebas seperti Devid.
Sampai di tempat yang
dituju, yaitu kamar Ayyas, Devid menjelaskan semuanya kenapa ia mencarikan
apartemen untuk Ayyas yang tidak diharapkan oleh Ayyas. Bahwa apartemen
tersebut paling aman dan nyaman yang sesuai dengan anggaran yang diberikan
Ayyas. Biasanya ada satu orang yang satu negara dengan Ayyas dan teman-teman
dari Asia Tenggara, tetapi kali ini tidak ada. Jika Ayyas tinggal dengan
laki-laki, ia merasa tidak ada yang aman untuk Ayyas. Dan tinggal satu
apartemen bersama perempuan adalah alternatif satu-satunya, karena perempuan
masih berpikir ketika akan memasukkan laki-laki ke dalam rumahnya.
Devid pergi belanja untuk
membelikan apa yang dibutuhkan oleh Ayyas, yaitu kartu seluler, air mineral,
teh, gula, susu bubuk, madu, biskuit, gelas, piring, sendok, sabun mandi, dan
deterjen. Dan Devid juga pergi mengurus paspor dan immigration card milik
Ayyas. Ayyas mengambil air wudhu dan langsung shalat dan mreasa ujian imannya
di Moskwa akan berat. Satu jam kemudian, ketika Devid datang membawa makanan
dan barang-barang yang dipesannya, Ayyas tertidur lelap.
Yelena menangis karena
melihat pekerjaannya sebagai pelacur, namun sebenarnya tidak ada yang dicarinya
dan untuk apa dia hidup. Ia merasa tidak bahagia dengan ribuan dolar dari para
hidung belang. Akal sehatnya ingin kembali hidup bersih sebagai perempuan
bersih. Jika ia menginggalkan profesi yang dilakukannya saat ini, tidak ada
jaminan ia akan mendapatkan pekerjaan yang lebih menguntungkan.
Yelena melihat Ayyas
membaca Al-Qur’an ketika shalat dengan jelas, dan ia pernah mendengarya. Iya
begitu akrab dengan shalat selama bertahun-tahun, sebelum ia dibuang dari
keluarganya. Dan sejak saat itu ia menjadi agak benci dengan yang namanya
agama, tak terkecuali Islam. Suara Ayyas itu juga mengingatkannya dengan buah
hatinya Omarov. Lalu, Yelena bercerita dengan Ayyas tentang kehidupannya dari
dahulu sampai sekarang. Dan Ayyas kaget, karena Yelena mengatakan hal yang
tidak diperbolehkan dalam agama.
Tiba-tiba bel berbunyi.
Yelena mengatakan bahwa itu pasti Linor, teman satu apartemennya yang baru
pulang dan lupa membawa kunci. Yelena berkata kepada Linor, bahwa mereka
mempunyai teman baru dari Indonesia bernama Ayyas. Dan mereka saling
berkenalan. Namun, setelah mengetahu bahwa Ayyas beragama muslim karena berasal
dari Indonesia, Linor mencela bahwa banyak penganut agama yang menurutnya
primitif tersebut.
Beberapa hari kemudian,
Ayyas yang ditemani Yelena di sepanjang jalan menuju kampus MGU (Moskovskyj
Gosudarstbennyj Universiteit/ Universitas Negeri Moskwa), lalu mereka berpisah
di belakang kampus karena Yelena harus berangkat kerja sebagai agen wisata.
Ayyas melangkahkan kakinya menuju kampus dan menemui Profesor Tomskii. Ia harus
menunggu sang profesor di ruangannya karena sang profesor belum datang. Ia
menemui Profesor Tomskii karena tujuan utamanya ke Moskwa, Rusia adalah
melakukan penelitian tesis magister kepada Profesor Tomskii yang merupakan ahli
sejarah di Rusia. Ketika Profesor Tomskii tiba di ruangannya, ia mengatakan
bahwa ia akan melakukan penelitian Kehidupan Umat Islam Rusia di Masa
Pemerintahan Stalin.
Tetapi Profesor Tomskii
mengatakan bahwa Ayyas akan dibimbing oleh asistennya, yaitu Doktor Anastasia
Palazzo, karena sang profesor harus pergi ke Istanbul, Turki. Dengan Doktor
Anastasia, Ayyas menceritakan tujuannya mempelajari sejarah.
Hari mulai gelap. Ayyas
melangkahkan kakinya meninggalkan stasiun Prospek Mira. Ayyas terus berjalan,
sampai akhirnya ia melihat kubah bulat di sudut komplek Olimpiski. Ayyas
merasakan kebahagiaan luar biasa bahwa akhirnya ia melihat sebuah masjid.
Ketika memasuki masjid, Ayyas melihat ada puluhan orang yang membaca Al-Quran
karena saat itu tinggal lima menit lagi azam maghrib berkumandang. Ayyas shalat
dua rakaat, lalu mendekati imam, memperkenalkan dirinya kepada sang imam dan menyampaikan
tujuannya berada di Moskwa. Imam itu berasal dari kota Kazan, Tatarstan,
bernama Hasan Sadulayev. Ayyas bercerita tentang tujuannya di Moskwa. Imam
Hasan Sadulayev menawarkan Ayyas untuk menumpangi mobilnya, karena apartemen
yang Ayyas tuju berseberangan dengan tempat tinggalnya. Lalu mereka berjalan
menuju tempat parkiran mobil, dan sang imam memperingatkan Ayyas bahwa ujian
iman di Moskwa tidak ringan.
Ketika sampai di apartemen,
Ayyas berjalan di ruang tengah dan melihat perbuatan maksiat yang dilakukan
oleh Linor dan seorang lelaki bule. Ia masuk ke kamar, dan mengunci pintunya.
Lalu membunyikan nurattal sekeras-kerasnya sampai ia merasa aman. Terdengar
pintu kamarnya digedor dengan sangat keras setelah ia shalat, lalu Ayyas
melanjutkan shalatnya, dan pintu kamarnya kembali digedor-gedor. Selesai salam,
Ayyas bangkit dengan kemarahan yang menyala. Ayyas membuka pintu kamarnya, dan
di hadapannya, lelaki bule yang ia lihat di ruang tengah itu berdiri tegak
memelototinya dan memarahinya. Kemarahan Ayyas berlipat-lipat. Kemarahan bule
itu tidak tertahan lagi, ia ingin menghajar Ayyas sejadi-jadinya, dan
menganggap enteng pemuda Indonesia yang pernah belajar beberapa beladiri itu.
Ayyas dapat membaca jurus yang digunakan lelaki bule muda yang disebut sergei
itu, dan melakukan jurus berbeda. Linor yang menyaksikan hal itu menjerit dan
gemetar. Lalu Linor membawa sergei entah kemana.
Ayyas bercerita kepada
Yelena, bahwa Linor membawa Sergei dan mereka berbuat maksiat, dan sesudah itu
mereka bertengkar. Meskipun Sergei telah ia lumpuhkan, Ayyas meyakini bahwa
masalahnya dengan Sergei tidak akan selesai begitu saja. Dan Sergei pasti tidak
akan tinggal diam dan menggunakan segala cara untuk membalas dendam. Ayyas
berharap semoga tidak ada tetangga apartemen mereka yang melaporkan kejadian
saat ia dan sergei berkelahi.
Keesokan harinya, saat
Ayyas dan Linor terbangun, Ayyas bercerita kepada Linor bahwa ia khawatir
kejadian tadi malam akan diketahui oleh polisi. Linor mengkhawatirkan polisi
akan datang pagi ini. Ternyata dugaannya benar, belum sempat pembicaraan mereka
diteruskan, terdengar pintu diketuk berkali-kali. Ia mengintip dari lubang
pintu, dan berkata tanpa suara mengisyaratkan yang datang adalah polisi. Yelena
meminta Ayyas untuk masuk ke kamarnya, ia duduk dengan pasrah mengkhawatirkan
Linor dan Yelena memfitnah dan mengirimnya ke penjara karena ia sudah mulai
tahu bahwa Linor sangat tidak menyukai dirinya, hanya karena dirinya seorang
muslim.
Polisi bertanya tentang
kekacauan tadi malam yang berada di apatermen Yelena dan Linor. Linor
membantah, dan mengatakan bahwa itu hanyalah kekacauan kecil karena
kecemburuannya kepada pacarnya. Dan membantah itu hanya persoalan kecil anak
muda, dan tidak harus memperbesar masalahnya. Polisi memaafkan kelakuan Linor
dan pacarnya, namun memperingatkan jika lain kali kalau ribut dengan pacar
jangan sampai mengganggu orang lain.
Di kampus MGU, Dokor
Anastasia menunggu Ayyas di dalam kampus. Ia mondar-mandir di ruang Profesor
Tomskii, tidak tahu harus berbuat apa. Ia berkata kepada dirinya sendiri,
karena Ayyas tidak datang, ia terlihat seperti orang dungu. Doktor Anastasia
menganggap Ayyas samasekali tidak menghormatinya sebagai pembimbing, karena
tidak datang tanpa memberi pemberitahuan atau izin. Lalu ia iseng membuka
ponselnya, ada dua SMS masuk, dari Profesor Lyudmila Nozdryova dan Ayyas.
Hatinya langsung berdesir melihat SMS dari pemuda itu, dan langsung membaca isi
SMS Ayyas. Isi SMS Ayyas memberitahukan bahwa hari ini ia tidak datang ke
kampus karena mengalami kecelakaan di apartemen, pundak kirinya sakit, dan
ingin mengobatkan pundak kirinya.
Saat yang sama, Ayyas
berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskwa untuk mengobati pundak
kirinya yang sakit kepada Pak Joko Santo, seorang guru Sekolah Indonesia yang
ahli mengurut. Pak Joko mengetahui, engsel tulang pada pundak Ayyas tidak pada
tempatnya karena terkena benturan atau pukulan benda keras. Ayyas membenarkan,
dan menceritakan kepada Pak Joko bahwa pundak kirinya sakit karena pukulan
orang Rusia dan tadi malam ia berkelahi dengan orang Rusia. Ayyas berterima
kasih kepada Pak Joko karena telah membetulkan pundaknya yang sakit. Ayyas dan
Pak Joko langsung akrab, lalu Pak Joko bertanya banyak hal kepada Ayyas. Dan
Ayyas mengatakan kepada Pak Joko bahwa ia ingin pindah tempat sewa walaupun
mengorbankan materinya, karena di apatermen yang ditempatinya saat ini ia
merasa tidak kuat dengan ujian perempuan.
Pak Joko mengajak Ayyas
keluar makan siang di restoran Lyudi di utara KBRI, tepatnya menghadap kanal.
Tepat selangkah di luar pintu ketika Ayyas keluar dari restoran, Ayyas melihat
Yelena yang sedang digandeng lelaki hitam besar dan mereka bercengkrama. Ayyas
dan Yelena saling menyapa. Lalu Pak Joko menanyakan kepada Ayyas apakah pemuda
itu mengenal Yelena. Ayyas mengaku mengenal Yelena, sebagai teman satu
apatermennya dan Yelena bekerja di agen pariwisata sebagai guide para
wisatawan. Pak Joko menceritakan siapa Yelena sebenarnya, bahwa nama populer
Yelena adalah Lisa Nikolaevna, ia seorang pelacur papan atas. Dan belum lama
ini, Yelena dipakai seorang pejabat dari Jakarta yang berkunjung ke Moskwa.
Mendengar keterangan Pak Joko, tubuh Ayyas langsung gemetar. Perbuatan Linor
yang seperti biang jalang sudah ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, dan
kini ia mengetahui siapa Yelena sebenarnya. Ia tidak bisa membayangkan apakah
ia akan selamat jika terus tinggal bersama dua perempuan yang hidup sangat
bebas. Pak Joko berjanji akan membantu semampunya untuk memindahkan Ayyas dari
apatermen itu. Selesai shalat Zuhur, Ayyas menuju ke kampus MGU, tepatnya di
ruangan Profesor Tomskii untuk membaca dan melakukan kegiatan lainnya, seperti
menyalakan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada laptopnya, dan juga shalat.
Di malam hari, ada seorang
perempuan yang dilempar dari mobil yang tak lain adalah Yelena. Ia merasa
seluruh tubuhnya remuk. Yelena berusaha sekeras-kerasnya meminta tolong, namun
pita ysuaranya seperti sudah putus. Yelena tiba-tiba dicekam rasa takut yang
luar biasa. Yelena meneteskan airmata. Ia merasa sedang berada di gerbang
kematian. Ia sangat takut, ia tidak siap untuk mati. Dan ia masih ingin hidup.
Ia ingat akan ponsel di saku paltonya, untuk menghubungi polisi ataupun Linor.
Tetapi ia seperti tidak bisa lagi bergerak. Ia terus memaksa tangannya untuk
meraih ponselnya. Ponsel berhasil diraihnya, namun ia ingat sejak siang baterai
ponselnya lemah. Ia langsung putus asa. Dalam cemas dan rasa takut yang tiada
terkira, Ia meminta kepada Tuhan agar diberi kesempatan untuk tetap hidup dan
mengulurkan tangan pertolongaNya.
Di ruangan Profesor
Tomskii, Ayyas asyik membaca buku sampai jam sebelas malam. Ayyas meminta
kepada seorang polisi penjaga kampus untuk memperbolehkannya berada di ruang
profesor sampai pagi untuk melakukan riset perpustakaan. Tetapi polisi
itu tidak memperbolehkannya, karena aturan untuk diizinkan menggunakan ruangan
profesor hanya sampai jam sebelas malam. Ayyas berjalan menuju stasiun
Universite, dan menuju stasiun Metro dengan malas karena di apartemennya ada
Yelena dan Linor yang menurut Ayyas udah tidak punya harga diri dan jiwa
kemanusiaan. Sampai di stasiun Arbatskaya, Ayyas turun dan mengganti metro. Dan
ketika keluar dari stasiun Smolenskaya, ia ingin mencari gastromon (toko
makanan yang menjual makanan berukuran sedang).
Ada pemuda yang bersedia
menolong Yelena setelah beberapa orang dimintai pertolongan oleh seorang ibu
yang menemukan Yelena, tidak bersedia membantu. Pemuda itu tidak lain adalah
Ayyas yang kebetulan lewat di sana. Akhirnya Yelena dilarikan ke rumah sakit.
Dokter mengatakan bahwa kalau terlambat sedikit saja dibawa ke rumah sakit,
maka Yelena tidak akan tertolong. Sejak saat itu, Yelena sangat berterimakasih
kepada Ayyas. Bahkan ia mulai mempercayai Tuhan. Kepercayaan dirinya bahwa
Tuhan benar-benar ada semakin mantap setelah menyaksikan dan mendengar seminar
tentang ketuhanan yang diisi oleh cendekia-cendekia Rusia, termasuk Ayyas salah
satunya.
Tidak lama setelah itu,
Devid yang selama di Rusia menganut gaya hidup bebas, merasa tidak tahan lagi.
Ia ingin segera menikah. Ia sempat ingin dinikahkan dengan adik seorang ustad.
Tapi ia merasa tidak pantas. Lalu ia minta tolong Ayyas mencarikan calon istri
untuknya. Ayyas menyarankannya dengan Yelena. Akhirnya Yelena mengucap dua
kalimat sahadat dan memeluk Islam serta menikah dengan Devid. Mereka hidup
bahagia.
Linor pergi ke Kiev,
Ukraina menemui ibunya yang sudah hampir satu tahun tidak ditemuinya. Ibunya
yang bernama Ekaterina Corsova menceritakan siapa Linor sebenarnya. Linor
adalah anak perempuan Palestina dari Salma Abdul Aziz, salah satu korban dalam
pembantaian di Sabra dan Shatila. Linor baru menyadari betapa jahatnya dia,
menjadi agen rahasia Israel yang menjadi bagian dari penyebab hilangnya nyawa
orang Palestina yang ternyata adalah saudaranya sendiri. Ekaterina menyuruh Linor
memeluk agama Islam, agama yang telah dipeluknya selama setahun terakhir.
Ayyas nampak bahagia, sejak
sore ia sudah resmi meninggalkan apatermennya di Panvilovsky Pereulok di
kawasan Smolenskaya ke Aptekarsy Pereulok di kawasan Baumanskaya, yang tak lain
adalah rumah Pak Joko. Malam itu Ayyas menata kamarnya sesuai keinginanya.
Setelah Pak Joko menyelesaikan tugasnya, ia memanggil Ayyas mencari makan malam
di sebuah restoran. Sampai di depan restoran, Yelena menghubungi Ayyas dan
menanyakan apakah tas milik Ayyas tertinggal di apartemennya dulu. Tetapi Ayyas
tidak merasa, dan mengira tas itu milik seorang penghuni yang menempati
kamarnya sebelum dia.
Pagi hari sebelum matahari
terbit, Ayyas bersama Doktor Anastasia Palazzo menuju ke sebuah studio karena
mereka menjadi pembicara dalam sebuah talkshow “Rusia Berbicara”. Dalam
talkshow tersebut, Doktor Anastasia Palazzo dan Ayyas berhasil menjawab
pertanyaan dengan baik. Namun ketika seorang ibu setengah baya bermantel
cokelat ingin berbicara, tetapi tiba-tiba Direktur Program memberi isyarat agar
acara disela dengan iklan. Karena ada kejadian luar biasa di Moskwa, yaitu bom
meledak di lobby Metropole Hotel, puluhan orang tewas dan puluhan lainnya
terluka.
Beberapa saat setelah
berdebat dengan Ayyas tentang agama yang mereka yakini, tiba-tiba ponsel Doktor
Anastasia berdering. Ada telepon dari Prof. Lyudmila Nozdryova, Guru Besar Ilmu
Bedah Jantung Fakultas Kedokteran. Ia memberitahukan bahwa ada sebuah berita
bom meledak di lobby Metropole Hotel di sebuah stasiun televisi dan pelaku
pemboman tersebut tak lain adalah… Ayyas! Mahasiswa asal Indonesia yang
dibimbingnya. Doktor Anastasia tidak percaya, karena tadi baru saya ia
menyelesaikan acara talkshow “Rusia Berbicara” bersama Ayyas di sebuah stasiun
televisi. Doktor Anastasia berpikir, tidak mungkin satu orang berada di dua
tempat yang berbeda dalam waktu yang sama. Berkat alibi yang sangat kuat, Ayyas
terbebas dari tuduhan tersebut.
Linor sang agen
Mossad yang menyusun rencana untuk membuat Ayyas sebagai pelaku pemboman,
biasanya bersedih karena rencananya gagal, tetapi kali ini ia tidak
bersedih rencana jahatnya kepada Ayyas menjadi gagal, karena
Ayyas tidak jadi celaka karena perbuatannya.
Setelah mendapatkan
informasi yang meyakinkannya, Linor akhirnya memeluk Islam
dan memakai nama aslinya, Sofia. Sofia telah bertemu dengan
Ayyas, namunbelum mendapatkan kepastian dari Ayyas pada saat itu. Karena
Ayyas tidak langsung memberikan jawaban, ia pun pamit dan berharap Ayyas
bisa memberikan kepastian keesokan harinya. Saat Sofia sudah berada di halaman
depan rumah, Ayyas berubah pikiran. Ia akan langsung menerima dan menyanggupi
untuk menjadi suami Sofia. Namun Sofia sudah terlalu jauh. Ayyas langsung
bergegas ke jendela untuk meneriakkan bahwa ia sanggup. Tapi Sofia sudah
terlihat sangat jauh. Dan di belakangSofia, Ayyas melihat ada sebuah mobil
hitam yang dikendarai melaju ke arahnya. Ayyas melihat orang dalam mobil
tersebut memegang senjata api. Ayyas berteriak memperingatkan Sofia. Namun
terlambat, Doooorrrrr…. Sofia pun roboh saat itu juga. Ternyata orang tersebut
menembak Sofia. Ayyas langsung terkulai lemas tak berdaya
menyaksikan Sofia yang telah jatuh bersimbah darah. Ia pun
mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa dan kemudian berlari ke arah Sofia
yang telah terkapar. Ia mengangkat Sofia ke pangkuannya. Sofia bersimbah darah.
Ia langsung meminta bantuan untuk membawa Sofia ke rumah sakit.
Tidak lama kemudian ada
seorang ibu yang mengendarai mobil di dekat sana. Ayyas meminta bantuan kepada
ibu tersebut, dan mobil tersebut langsung melaju ke rumah sakit terdekat untuk
mendapatkan pertolongan pertama kepada Sofia yang tertembak. Ayyas sangat
menyesal, mengapa ia tidak langsung menjawab permintaan dari Sofia tadi. Dengan
penuh penyesalan, Ayyas menangis terisak. Isakan seorang pencinta sejati, yang
mencintai kekasihnya karena Allah, lalu kehilangan kekasihnya karena Allah
pula.
Kamis, 11 September 2014
Sinopsis Pudarnya Pesona Cleopatra
Judul : Pudarnya Pesona Cleopatra
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Tahun : 2008
Jumlah halaman : 111
1. Tema
Kepasrahan, cinta kasih,
ketulusan, keangkuhan, egois dan penyesalan.
2. Penokohan
Tokoh utama aku (suami
Raihana). Memiliki watak keras kepala, egois dan tidak mau menerima takdir
serta tidak bisa menghargai orang yang mencintainya dengan tulus. Raihana
memiliki jiwa yang bersih, kuat beriman dan selalu tulus mencintai karena
percaya ada yang lebih dicintai dengan penuh kepasrahan yaitu Allah. Walaupun
harus menelan kepahitan yang dialaminya.
3. Alur atau Plot
Alur yang digunakan dalam
novel Pudarnya Pesona Cleopatra adalaha alur maju.
4. Gaya Bahasa atau Majas
Gaya bahasa novel ini sangat
sederhana namun indah. Dapat dicerna oleh semua kalangan. Sesekali menggunakan
bahasa jawa yang ringan untuk menampilkan nuansa daerah. Majas yang digunakan
diantaranya sebagai berikut:
1. Majas hiperbola
a. Jangan kau kecewakan
harapan ibumu yang telah hadir jauh sebelum kau lahir !
b. Aura pesona
kecantikan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra sedemikian kuat mengakar dalam
otak, persaaan dan hatiku
2. Majas persinofikasi
a. Aku ingin mejadi
mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
3. Majas perumpamaan
a. Dalam balutan jilbab
sutera putih wajah gadis Mesir itu bersinar-sinar, seperti permata Zabarjad
yang bersih, indah berkilauan tertimpa sinar purnama.
5. Unsur Latar
a. Latar waktu
Latar waktu dalam novel ini
adalah masa kini yang modern dan sudah maju.
b. Latar tempat
Cerita ini berlangsung di
Tanah Jawa . Mesir saat menimba ilmu
c. Latar sosial
Berlatar pada kehidupan
sosial ketimuran yang kental dengan nilai, norma dan budaya yang masih
menyanjung tentang kesetiaan, kehormatan dan tenggang rasa. Dan tentang budaya
mesir yang jauh berbeda kehidupan sosialnya dengan Indonesia khususnya Jawa.
Sinopsis
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya
sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah
kukenal." Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren
Mangkuyudan Solo dulu" kata ibu.
"Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu", ucap beliau dengan nada mengiba.
"Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu", ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari,
akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu.
Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus
mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada
ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang
begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan
impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa
berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran)
sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan
anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, "cantiknya alami, bisa jadi
bintang iklan Lux lho, asli!” kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin
karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang
tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata
bulat bening khas arab, dan bibir yang merah.
Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha
menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu
sia-sia. Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku.
Hari pernikahan datang. Layaknya pengantin
baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang
manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang,
hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana
kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak
menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan,
minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku,
tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa
hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa
muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba
membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang
seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih
banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang
tamu atau ruang kerja.
Aku merasa hidupku adalah sia-sia, belajar di luar
negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia,keberadaan kusia-sia.Tidak hanya aku yang
tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang
berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab " tidak apa-apa mbak,
mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga" Ada
kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil 'mbak', " kenapa
mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku"
tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. "wallahu a'lam" jawabku
sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian
dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, "Kalau mas tidak mencintaiku,
tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam
tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang
dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk
membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi
pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini". Raihana mengiba
penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena
kepatunganku.
Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak
berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku
menyiapkan segalanya.
Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama
Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin
menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol.
Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum
pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan
Cleopatra.
"Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang" Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. " Ma....maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana," lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. " Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din...Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. " Ya Mas!" sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil "dinda". " Matanya sedikit berbinar. "Te...terima kasih...Di...dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah," ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. " Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?". Hana begitu bahagia.
"Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang" Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. " Ma....maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana," lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. " Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din...Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. " Ya Mas!" sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil "dinda". " Matanya sedikit berbinar. "Te...terima kasih...Di...dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah," ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. " Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?". Hana begitu bahagia.
Acara pengajian dan aqiqah putra ketiga Fatimah
kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar
dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan
penuh bangga. " Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan
yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia
mertua dan Ibundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya
berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan
ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan
terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku
adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai
pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya
pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.
Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti
yang dimiliki Raihana. Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap
bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai
suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan
bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha
Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil.
Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena
cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera.
Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak
kuperhatikan lagi.
Setiap saat nuraniku bertanya" Mana tanggung
jawabmu!" Aku hanya diam dan mendesah sedih. " Entahlah, betapa sulit
aku menemukan cinta" gumamku.Dan akhirnya datanglah hari itu, usia
kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal
bersama orang tuanya dengan alas an kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan
kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku
mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal
dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, " Mas untuk menambah
biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku
taruh dibawah bantal, no pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita".
Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak
bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman.
Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku
sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku,
karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir. Waktu terus berjalan, dan aku
merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari
sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah,
menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada
Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu
mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat
dan menutupi tubuhku dengan selimut.
Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan
mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti
pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah
professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau
tentang mEsir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang
dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan
satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani.
"Apakah kamu sudah menikah?" kata Pak Qalyubi. "Alhamdulillah,
sudah" jawabku. " Dengan orang mana?. " Orang Jawa". "
Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara
yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati,
lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?". "Pernah, alhamdulillah
dia sarjana dan hafal Al Quran". " Kau sangat beruntung, tidak
sepertiku". " Kenapa dengan Bapak?" " Aku melakukan langkah
yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku
tidak merana seperti sekarang". " Bagaimana itu bisa terjadi?".
" Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona
dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Tanpa ada rasa canggung meskipun
baru mengenali lawan bicaranya,Pak Qalyubi lansung bercerita tentang
kehidupannya bersama gadis mesir.Berawal dari kedekatannya, menikah, mempunyai
anak,perselingkuhan hingga perceraian yang terjadi.
Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku
terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan
wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya.
Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah.
Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan
pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia.
Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala
didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana
kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat
pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya. Pulang dari pelatihan, aku
menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga
daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum
menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan
untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu
kutemukan kertas merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta
siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku.
Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan
istriku serong....Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan
Rabbi...ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini
aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya
akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar
biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah,
ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya
cinta sejati dariku.
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa
sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua
kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan
pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus
bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan
cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan
merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti
cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba
begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata.
Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku
dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku
yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris
tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat
kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran
dan ikut menangis. "Mana Raihana Bu?". Ibu mertua hanya menangis dan
menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi. "
Raihana...istrimu..istrimu dan anakmu yang dikandungnya". " Ada apa
dengan dia". "Dia telah tiada". " Ibu berkata apa!".
" Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi.
Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum
meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan
kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu
bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia
minta kau meridhionya". Hatiku bergetar hebat. " Ke...kenapa ibu
tidak memberi kabar padaku?". " Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit,
aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu
tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami
tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu
ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih,
Jadi maafkanlah kami".
Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku
remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin
menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia
telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk
sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan
penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.
Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa.
Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa.
Langganan:
Postingan (Atom)


